Share

Wabah Virus Korona di Italia Berdampak Buruk pada Industri Penerbangan Eropa

Rabu 04 Maret 2020 13:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 04 320 2177978 wabahvirus-korona-di-italia-berdampak-buruk-pada-industri-penerbangan-eropa-nZIP4sbxKx.jpg Sejumlah Penerbangan Eropa Setop Terbang ke Italia. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Kepala Perusahaan Air France dan KLM, sekaligus Ketua Asosiasi Penerbangan Eropa Benyamin Smith mengatakan merebaknya virus korona memaksa maskapai penerbangan kecil bergabung dengan saingannya. Apalagi setelah sejumlah perusahaan mengurangi penerbangannya ke Italia, di mana perebakan paling besar di Eropa sedang terjadi.

“Jelas kita belum bisa melihat bagaimana dampak sepenuhnya perebakan virus Covid-19 pada sektor pengangkutan udara,” kata Smith, dilansir dari VOA Indonesia, Rabu (4/3/2020).

Baca Juga: Terpapar Virus Korona, Menhub Beri Sinyal Batasi Penerbangan ke Korea hingga Italia

Smith mengatakan, dalam pertemuan tahunan Asosiasi Penerbangan Eropa, banyak maskapai yang lemah di seluruh dunia,

“Saya memperkirakan hal ini (penyebaran virus korona) akan mempercepat konsolidasi perusahaan,” tuturnya.

Puluhan maskapai penerbangan telah menghentikan atau mengurangi frekuensi penerbangannya ke China sejak bulan Januari, ketika perebakan virus korona semakin kuat di negara itu, dan banyak orang enggan bepergian serta banyak pemerintah mengumumkan pembatasan perjalanan.

Baca Juga: Imbas Virus Korona, United Airlines Kurangi Jumlah Penerbangan

Pada Selasa kemarin, maskapai penerbangan Skandinavia SAS mengumumkan penghentian semua penerbangan ke dan dari Milan, Bologna, Turin dan Venesia sampai tanggal 16 Maret.

Perusahaan gabungan Swedia dan Denmark itu sebelumnya mengumumkan akan menjalankan sejumlah langkah penghematan untuk mengurangi dampak berkurangnya permintaan. Selain telah menghentikan penerbangan ke China, SAS kini juga menangguhkan semua penerbangan ke Hongkong.

Bulan lalu, Perkumpulan Angkutan Udara Internasional atau IATA mengumumkan, perusahaan penerbangan yang beroperasi di kawasan Asia-Pasifik tahun ini akan mengalami kerugian sejumlah USD27,8 miliar karena wabah virus korona.

Banyak pemerintah juga mendapat tekanan untuk membantu perusahaan penerbangan yang sedang kepayahan. “Pengurangan atau pembatalan sementara pajak-pajak akan sangat dihargai oleh industri penerbangan,” kata Benyamin Smith.

Adapun Asosiasi Penerbangan Eropa beranggotakan 16 perusahaan, termasuk Air France, KLM, EasyJet, Lufthansa, Ryanair dan IAG, yang memiliki British Airways, Aer Lingus, Iberia dan Veuling.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini