Share

Tangkal Virus Korona, OJK Relaksasi Penyaluran Kredit

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 05 Maret 2020 19:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 05 320 2178790 tangkal-virus-korona-ojk-relaksasi-penyaluran-kredit-bRJxqmYJdS.jpg Uang Rupiah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal memberikan kelonggaran terhadap perhitungan kolektibilitas debitur. Langkah ini diambil untk mengantisipasi dampak virus korona.

Baca Juga: BI Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Kredit Bank Jadi 9%, Ada Apa?

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, pihaknya akan menyederhanakan perhitungan kolektibilitas menjadi 1 pilar. Sebelumnya, perhitungan kolektibilitas ada 3 pilar.

"OJK itu initnya untuk memberi ruang ekonomi Indonesia untuk tidak terlalu berdampak adanya corona virus, yang sekarang ini sudah merebak ke seluruh dunia," ujarnya saat ditemui di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Baca Juga: Kredit Perbankan Tercatat 6,1% pada Januari, Kredit Macet 2,77%

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan penurunan tingkat kolektibilitas ini memiliki beberapa syarat. Misalnya saja, penurunan tingkat kolektibilitas ini berlaku untuk pinjaman di bawah Rp10 miliar dan di atas Rp10 miliar.

"Perhitungan kolektibilitas kredit sampai Rp10 miliar sebelumnya Rp5 miliar, hanya gunakan 1 pilar jadi asal bayar pokok dan bunga sudah bisa dikatakan lancar,โ€ ucapnya

Pilar ini hanya menitikberatkan pada kelancaran pembayaran pokok dan bunga pinjaman. Hal ini akan memberikan keringanan kepada debitur.

โ€œKalau sebelumnya kan ada 2 lagi terkait prospek usaha debitur dan kondisi keuangannya jadi harus 3. Sekarang 1 pilar jadi lancar, ini beri relaksasi cashflow kepada debitur," Heru

Heru menambahkan, pihaknya bakal melakukan review terlebih dahulu untuk perhitungan kolektabilitas debitur. Adapun review ini bakal diberikan waktu enam bulan ke depan untuk menyesuaikan kebijakan dengan perkembangan terbaru wabah virus korona ini.

"Kita lihat perkembangan garapan membaik kalau dampak akan panjang sudah pikir beberapa hal akan dilakukan nanti," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini