nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Okupansi Hotel dan Restoran di Malang Merosot Imbas Merebaknya Korona

Avirista Midaada, Jurnalis · Minggu 15 Maret 2020 18:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 15 470 2183723 okupansi-hotel-dan-restoran-di-malang-merosot-imbas-merebaknya-korona-5l3baOCTVi.jpg Hotel (Foto: Ilustrasi Okezone)

KOTA BATU - Pasca merebaknya Covid-19 atau virus korona di Indonesia, sejumlah hotel dan restoran di Kota Wisata Batu, mulai terasa mengalami penurunan pengunjung.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi mengatakan meskipun Kota Batu tak terkena dampak langsung seperti di Bali, yang mengandalkan wisatawan asing, penurunan pengunjung hotel dan restoran di Kota Batu cukup terasa.

"Kota Batu ini terkena efek lanjutan, kalau efek langsung mungkin Bali karena mengandalkan turis asing, kalau kita kan mengandalkan mayoritas domestik. Meskipun terdampak juga akhirnya," ujar Sujud saat dikonfirmasi okezone, Minggu (15/3/2020).

Baca juga: Pengusaha Hotel Bantah Ada Pergeseran Pola Konsumsi Menuju Leasure

Penurunan ini disebut Sujud karena efek masyarakat di Indonesia yang mulai menghindari kerumunan dan bepergian jauh bilamana memang tak diperlukan.

"Sebagian masyarakat mulai menghindari kerumunan terlalu besar dan bepergian yang tidak perlu, memang itu ada dampaknya," tutur Sujud kembali.

Penurunan okupansi hotel mulai terasa sejak Februari lalu dan terus mengalami penurunan hingga Maret 2020 pertengahan ini. Meskipun jika dihitung secara rata-rata, penurunan tak terjadi signifikan dibandingkan di periode yang sama di tahun 2019 lalu.

Baca juga: Tahun Politik Bisa Jadi Momentum Industri Hotel Dongkrak Okupansi

"Penurunan ini mulai Februari, Januari belum ada. Bulan Februari mulai ada penurunan mulai yang menginap di hotel, yang makan di restoran, maupun yang berwisata ke taman rekreasi. Kalau obrolan dari teman - teman lain penurunan 20 - 30% dibandingkan periode yang sama di tahun 2019," ucapnya.

Penurunan wisatawan juga terasa di Kota Malang, sejumlah hotel dan restoran mulai mengalami mengeluhkan penurunan jumlah pengunjung. Ketua PHRI Kota Malang Dwi Cahyono mengungkapkan, dibandingkan periode yang sama di tahun 2019 lalu terjadi penurunan sekitar sepuluh%.

"Memang di tahun lalu untuk bulan-bulan ini low session, di bulan yang sama tahun kemarin masih di atas 40% sekarang turun di bawah 35%, artinya turun sekitar sepuluh%," terangnya.

Dwi Cahyono mengamati pasca masuknya virus korona di Indonesia, sejumlah wisatawan domestik mulai membatalkan kunjungannya di Malang.

"Mulai minggu kemarin sudah banyak yang cancel, tapi memang sejak akhir Februari sudah banyak yang cancel pasca korona masuk Indonesia. Alasannya takut bepergian," bebernya.

Ia berharap merebaknya virus korona bisa segera ditanggulangi supaya bisa memberikan rasa nyaman kepada wisatawan domestik untuk bepergian.

"Mudah-mudahan tidak ada perumahan, sejauh bulan ini tidak ada, tapi kalau ini berlanjut terus sampai satu atau dua bulan ke depan ya dampaknya pasti ada, karena operasional akan tinggi," pungkasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini