nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekspor dan Impor RI Terdampak Covid-19, Ini Datanya

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 16 Maret 2020 13:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 16 320 2184021 ekspor-dan-impor-ri-terdampak-covid-19-ini-datanya-iPm425k25m.jpg Virus Korona (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Virus korona atau coronavirus mulai memberikan dampak pada ekspor dan impor Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari laporan kinerja ekspor dan impor Indonesia selama Februari 2020.

Angka ekspor pada Februari 2020 sebesar USD13,94 miliar atau naik tipis 2,24% dibanding bulan lalu. Sementara impor mencapai USD11,6 miliar pada Februari 2020. Angka ini mengalami turun dibandingkan bulan sebelumnya (Month to Month/MtM) sebesar 18,69%.

"Ya ada pengaruhnya (Covid-19) jadi enggak hanya dari China dari negara beberapapun berpengaruh. Tadi secara umum sudah saya sampaikan," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (16/3/2020).

Baca Juga: Impor Februari Alami Penurunan 18,69% Dibandingkan Januari

Yunia mengakui, kinerja ekspor Indonesia mengalami perlambatan pertumbuhan. "Sebetulnya kenaikannya enggak terlalu besar karena secara month to month 2,24% karena kalau lihat series sebelumnya ini beberapa bulan sebelumnya ada yang turun, Desesmber 2019 naik 3,57%, November turun 6,59%, lalu Oktober naik terus Agustus-Sept turun 7,59 tapi yang Oktober naik 5.90%. Jadi kenaikan 2,24% enggak terlalu besar dibanding Oktober sampai Desember," ujarnya.

Dia menambahkan, penurunan impor non migas dari China cukup dalam. "Tadi sudah saya sampaikan secara mtm dan yoy turun di antaranya HS85 84 lalu 39. Mesin dan plastik ini ada pengaruhnya juga dengan covid-19 jadi turun baik ekspor dan impormya," katanya.

Baca Juga: Impor dari China Turun hingga USD1,95 Miliar

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor mengalami penurunan di Februari. Di mana, impor Februari turun hingga 18,69% ke USD11,6 miliar dibandingkan Januari 2020.

Impor Februari 2020 terdiri dari impor migas dan non migas yang masing-masing turun 12,05% dan 19,77% dibandingkan Januari 2020. Di mana, impor nonmigas paling dominan dengan nominal USD9,85 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti mengatakan, melihat aspek negara asalnya, penurunan impor paling dominan adalah dari China. Februari 2020 ini dibandingkan januari 2020 ini mengalami penurunan USD1.954,9 juta atau USD1,95 miliar.

"(Penurunan) antara lain untuk HS85 mesin dan elektrik, HS84 mesin dan peralatan mekanik, lalu plastik dan barang dari plastik mengalami penurunan," ujarnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini