Soal Dampak Virus Corona, Gubernur BI: Mungkin Bisa Berlangsung hingga Mei

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 19 Maret 2020 18:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 19 20 2186043 soal-dampak-virus-corona-gubernur-bi-mungkin-bisa-berlangsung-hingga-mei-besVAOMAtp.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan dampak virus corona atau Covid-19 akan melebar seiring waktu tanggap bencana yang ditetapkan Satgas. Di mana, BI memegang acuan model V-shape recovery untuk memperkirakan tekanan ekonomi RI.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pola V-shape terlihat sebulan lalu saat negara maju seperti Amerika Serikat (AS) dan Eropa terkena dampaknya. Berdasarkan info tersebut BI melihat pola dampak Corona adalah V-shape.

 Baca juga: BI Gelontorkan Rp192 Triliun Beli Surat Berharga Negara yang Dilepas Asing

"Waktu itu kami melihat dampak covid akan terasa pada bulan februari dan maret, dan mulai akan peningkatan di bulan februari dengan durasi waktu 6 bulan," ujarnya dalam telekonferensi, Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Namun, lanjutnya setelah direview kembali, khusus di Indonesia perlu melihat langkah-langkah pemerintah untuk memitigasi penyebaran covid-19. Hal ini menggeser pola V-shape yang awalnya Februari-Maret jadi lebih lama.

 Baca juga: 4 Tower Wisma Atlet Kemayoran Disiapkan Jadi RS Darurat Covid-19

"Tentu saja akan kita liat kembali dan kemungkinan (ekonomi turun) akan bisa berlangsung di bulan April dan sebagian bulan Mei seperti satgas yang telah menetapkan kondisi darurat 29 mei," ujarnya.

Oleh sebab itu, lanjutnya hingga saat ini BI terus melihat pencegahan penyebaran virus Corona dengan Work from Home hingga rapidwork. Serta dampak virus Corona baik langsung maupun tidak langsung.

Baca juga: Anggaran Perjalanan Dinas untuk Virus Corona, Menko Luhut: Agar Ekonomi Tetap Jalan

"Setelah itu pola perkembangannya akan mulai dengan perbaikan baik kesehatan dan ekonomi," ujarnya.

Apalagi, lanjutnya saat pemulihan China terlihat pola V-shape berlaku pada perekonomiannya. Di mana, ekspor China sudah mulai berjalan serta aktivitas produksi sudah dilakukan.

"Tapi kalau bicara di Eropa, AS dan Italia dan sejumlah negara, kita juga masih lihat penyebaran covid itu terus berlangsung. tentu saja dalam negara-negara itu termasuk Indonesia pola v-shape tentu saja perlu dilihat kembali. mungkin lebih lama penurunan-penurunan pada awalnya," ujar Perry.

Seperti diketahui, Pemulihan berbentuk V adalah jenis resesi ekonomi dan pemulihan yang menyerupai bentuk "V" dalam pembuatan bagan. Secara khusus, pemulihan berbentuk-V mewakili bentuk bagan langkah-langkah ekonomi yang dibuat para ekonom saat memeriksa resesi dan pemulihan. Pemulihan berbentuk V melibatkan penurunan tajam dalam metrik ini diikuti oleh kenaikan tajam kembali ke puncak sebelumnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini