nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani Hitung Skenario Terburuk Pertumbuhan Ekonomi Bisa 0% Gara-Gara Corona

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 20 Maret 2020 17:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 20 20 2186539 sri-mulyani-hitung-skenario-terburuk-pertumbuhan-ekonomi-bisa-0-gara-gara-corona-xIO6CtQ0r9.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Setkab)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani angkat bicara mengenai penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,2%-4,6% dari 5%-5,4% pada tahun ini imbas penyebaran virus corona (Covid-19). Ekonomi dunia juga mengalami perlambatan dan tidak adanya ketidakpastian di tengah meluasnya virus corona atau Covid-19.

Baca Juga: Covid-19 Tekan Ekonomi, Penagihan Kredit Tidak Boleh Pakai Debt Collector

Menurut Sri Mulyani, saat ini hampir seluruh bank sentral dunia, termasuk Bank Indonesia (BI) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global imbas Covid-19. Sementara di Kementerian Keuangan juga membuat berbagai skenario soal pertumbuhan ekonomi Indonesia jika terjadi lockdown akibat meluasnya virus corona.

"Katakanlah covidnya berapa lama, berapa bulan dan kalau kemungkinan terjadinya pergerakan yang dipersempit atau bahkan sampai lockdown, juga kami membuat skenario," kata Sri Mulyani dalam telekonferensi usai rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Baca Juga: 4 Jurus Pemerintah Redam Dampak Corona, Keringanan Kredit Motor hingga Bunga KUR

Sri Mulyani mencontohkan skenario perdagangan internasional dengan China dan negara-negara lain di tengah penyebaran Covid-19 yang akan terganggu, mulai dari distribusi bahan pokok hingga konsumsi rumah tangga.

"Kami juga memasukkan skenario ICP yang mengalami penurunan harga yang cukup drastis dalam beberapa pekan terakhir. Dengan skenario tersebut, kami melihat pertumbuhan ekonomi tentu dari yang paling, dari moderat pengaruhnya dari Covid yaitu pertumbuhan ekonomi masih di atas 4%," kata Sri Mulyani.

Namun, skenario pertumbuhan ekonomi di atas 4% pada tahun ini bisa lebih berat jika masalah virus corona lebih dari tiga hingga enam bulan dan kemudian terjadi lockdown sehingga perdagangan internasional bisa turun 30% hingga penerbangan turun 75%-100%.

"Maka skenario bisa jadi lebih dalam. Pertumbuhan ekonominya bisa mencapai 2,5% bahkan sampai ke 0%," tegasnya.

Namun, angka penurunan pertumbuhan ekonomi yang pasti imbas virus corona belum bisa disampaikan karena penangangan Covid-19 terus dilakukan. Sri Mulyani berharap sesegera mungkin ditemukan vaksin virus corona sehingga akan memperkecil dampak virus corona terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Oleh karena itu yang kita lakukan melakukan persiapan berdasarkan kemungkinan terjadi. Pak Presiden meminta skenario itu untuk disiapkan, apa artinya bila ekonomi di atas 4%, apa artinya kalau tumbuh di bawah 4%. Apa itu di atas 3% atau di bawah 3%. Dan apakah kemudian mendekati yang lebih rendah," ujarnya.

"Kita enggak mengharapkan itu terjadi. Makanya langkah-langkah safety net dan sektor usaha supaya tetap berjalan, harus dilakukan. Ini fokus yang kita lakukan bersama Pak Menko dan OJK," tutupnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini