nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Neraca Dagang Februari Surplus, Faktanya Impor dari China Turun Tajam

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 21 Maret 2020 11:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 20 20 2186577 neraca-dagang-februari-surplus-faktanya-impor-dari-china-turun-tajam-ZXNXtYjVBE.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2020 mengalami surplus sebesar USD2,34 miliar. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang defisitnya mencapai USD0,33 miliar.

Surplus ini disebabkan kenaikan pada angka ekspor dan turunnya impor di Februari. Adapun ekspor di Februari USD13,94 miliar dan impor USD11,60 miliar.

"Dengan melihat perkembangan ekspor impor. Neraca dagang kita mengalami surplus USD2,34 miliar. Cukup besar surplus kita. Lebih disebabkan karena impornya turun dan ekspornya naik," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti.

Baca juga: Defisit Neraca Perdagangan Januari 2020, BI: Impor Barang Konsumsi dan Modal Naik

Berikut adalah fakta neraca dagang Februari yang dirangkum Okezone.com:

Impor Turun 18,69%

Impor mencapai USD11,6 miliar pada Februari 2020. Angka ini mengalami turun dibandingkan bulan sebelumnya (Month to Month/MtM) sebesar 18,69% yang mencapai USD14,27 miliar.

Sedangkan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu juga mengalami penurunan 5,11%. Adapun pada periode Februari 2019 lalu, impor Indonesia mencapai USD12,23 miliar.

Baca juga: Efek Domino Virus Korona pada Ekspor-Impor Indonesia

Impor Barang Konsumsi Anjlok 39,91%

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti mengatakan, seluruh sektor menurut penggunaan barang mengalami penurunan cukup dalam. Terutama dari impor barang konsumsi.

Dirinya menjabarkan, impor barang konsumsi untuk Month to month mengalami penurunan 39,91%. Sementara itu, impor bahan baku atau penolong turun 15,89% dan barang modal turun 18,03%.

"Begitu juga year on year, sektor konsumsi turun 12,81%, bahan baku turun 1,5% dan barang modal turun 16,44%. Jadi sektor seluruhnya mengalami penurunan," ujarnya.

Impor dari China Turun USD1,95 Miliar

Yunita Rusanti mengatakan, melihat aspek negara asalnya, penurunan impor paling dominan adalah dari China. Februari 2020 ini dibandingkan Januari 2020 ini mengalami penurunan USD1.954,9 juta atau USD1,95 miliar.

"(Penurunan) antara lain untuk HS85 mesin dan elektrik, HS84 mesin dan peralatan mekanik, lalu plastik dan barang dari plastik mengalami penurunan," ujarnya, Jakarta, Senin (16/3/2020).

Sementara itu, Hong Kong juga mengalami penurunan sebesar USD116,5 juta. Di mana penurunan terbesar dari impor HS85 yaitu barang elektrik dan HS82 barang kapas.

Ekspor Naik 11%

BPS mencatatkan angka ekspor pada Februari 2020 sebesar USD13,94 miliar. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya (Month to Month/MtM) sebesar 2,24% yang mencapai USD13,63 miliar.

Sedangkan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu juga mengalami kenaikan 11%. Pada periode Februari 2019 lalu, ekspor tercatat USD12,56 miliar.

China Dominasi Ekspor RI

BPS menyebut China masih menjadi pangsa ekspor nonmigas terbesar Indonesia. Ekspor pada Februari 2020 sebesar USD13,94 miliar. Kontribusi terbesar dari ekspor di Februari berasal dari sektor non migas dengan angka mencapai USD13,12 miliar.

Sementara itu, Ekspor nonmigas menyumbang 94,08% dari total ekspor Januari-Februari 2020.

“Kalau kita lihat pangsa ekspor nonmigas menurut negara, China masih mendominasi pangsa ekspor nonmigas kita,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti dalam konferensi, Jakarta, Senin (16/3/2020).

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini