Ada Virus Corona, BI Ramal Inflasi Minggu Ketiga Maret 0,11%

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 20 Maret 2020 18:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 20 20 2186603 ada-virus-corona-bi-ramal-inflasi-minggu-ketiga-maret-0-11-1K1iHrjD7H.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu III Maret 2020, inflasi Maret 2020 sampai dengan minggu ketiga diperkirakan sebesar 0,11% (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya di tengah penyebaran virus corona (Covid-19).

Sehingga secara tahun kalender sebesar 0,78% (ytd), dan secara tahunan sebesar 2,98% (yoy). Demikian seperti dikutip dalam keterangan resmi BI, Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Penyumbang inflasi pada periode laporan antara lain berasal dari komoditas emas perhiasan (0,05%), jeruk (0,03%), telur ayam ras (0,03%), gula pasir (0,02%), bawang merah, kangkung, bayam, nasi dengan lauk dan bahan bakar rumah tangga masing-masing sebesar 0,01% mtm.

Sementara itu, komoditas utama yang menyumbang deflasi yaitu cabai merah (-0,08%), cabai rawit (-0,03%), bawang putih, tomat, daging ayam ras, minyak goreng dan angkutan udara masing-masing sebesar -0,01% mtm.

Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga dari minggu sebelumnya antara lain jeruk dan bawang merah. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabai merah.

Untuk itu, Bank Indonesia juga terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan OJK untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini