nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Karantina Corona Pulau Galang Siap Tampung 360 Pasien

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 23 Maret 2020 20:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 23 470 2187900 karantina-corona-pulau-galang-siap-tampung-360-pasien-U837onw88r.jpg Fasilitas Observasi Karantina Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Dok. PUPR)

JAKARTA - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) membangun fasilitas karantina corona PUPR di Pulau Galang, Batam. Proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini dapat menampung lebih dari 360 pasien dengan dilengkapi kurang lebih 360 tempat tidur.

Direktur Human Capital Investasi Pengembangan Nur Al Fata menerangkan, salah satu kontribusi dalam percepatan pelayan pasien Corona di Indonesia, WEGE sedang membangun Karantina Corona milik Kementerian PUPR di Pulau Galang, Batam dengan menggunakan teknologi modular. Sebanyak 372 unit modular telah dikirim ke lokasi melalui kapal laut di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Jumat 13 Maret 2020 dan melalui pesawat Hercules yang diberangkatkan dari Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma Jakarta, Kamis 12 Maret 2020.

Baca Juga: Wika Gedung Bangun RS Khusus Korona di Jakarta Pusat

Karantina ini rencananya dapat menampung lebih dari 360 pasien dengan dilengkapi kurang lebih 360 tempat tidur. “Pengerjaan karantina sendiri telah dilakukan sejak awal Maret dan ditargetkan rampung pada 28 Maret 2020,” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/3/2020).

Rencananya ada dua gedung karantina ini memiliki 2 lantai yang masing-masing terdiri dari ruang perawatan dengan spesifikasi 1 kamar memakai 4 unit modular, diisi dengan lima 5 tempat tidur dan 2 kamar mandi yang sudah disesuaikan dengan pengguna kursi roda (difable function).

Baca Juga: Jadi RS Darurat Covid-19, Wisma Atlet Kembali Dialirkan Gas untuk Memasak

“Tiap gedung juga memiliki fasilitas seperti ruang sterilisasi dalam setiap koridor, ruang dokter, ruang perawat dan nurse station, ruang tindakan, ruang alat, ruang konsultasi, Gudang linen, ruang rapat dan ruang farmasi,” tambahnya.

Ditambahkan oleh Direktur Operasi II Djaka Nugraha dalam kesempatan terpisah, WEGE telah merancang pembangunan fasilitas karantina secara lengkap dari akses kedatangan sampai akses evakuasi, termasuk kelengkapan lainnya seperti: genset dengan kapasitas 500 Kva, kabel feeder, panel distribusi, intercom, fire alarm, sound system, air conditioner (ac), alat pemadam api ringan (apar), penangkal petir, pompa booster, sistem pembuangan air kotor serta tanki air bersih.

Untuk pengelolaan limbah karantina ini, WEGE memakai metode incinerator, yaitu pengelolaan limbah rumah sakit non cair. Di lokasi yang sama, WEGE juga mendapat pengerjaan untuk merenovasi bangunan (bangsal) lama eks tempat penampungan (kamp pengungsi Vietnam) yang difungsikan sejak tahun 1979 hingga 1996. Nantinya, fasilitas kesehatan ini dipakai sebagai hunian untuk dokter, perawat, serta sarana umum seperti dapur dan laundry.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini