nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jakarta Tanggap Darurat, Curhat Pekerja yang Tidak Bisa Work from Home

Selasa 24 Maret 2020 18:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 24 320 2188318 jakarta-tanggap-darurat-curhat-pekerja-yang-tidak-bisa-work-from-home-m4UG6oBboh.jpg Kondisi KRL di Tengah Wabah Virus Corona. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan status tanggap darurat di Jakarta pada Jumat 20 Maret 2020 sampai 2 April 2020 untuk menghambat penyebaran virus corona atau Covid-19. Namun begitu, masih ada pegawai-pegawai yang harus bekerja, bahkan menggunakan moda transportasi publik yang rentan tertular corona karena tidak dapat menjaga jarak aman alias social distancing sesuai anjuran pemerintah.

Salah satu pegawai yang masih harus bekerja ke kantor adalah Amora Lunata Bethari. Karyawan swasta sebuah bank di Jakarta Pusat ini mengatakan, pekerjaannya tidak bisa dilakukan dari rumah atau working from home (WFH) mengingat bank tetap melayani nasabah.

Baca Juga: Imbas Covid-19, Curhat Pekerja Restoran yang Kini Dibayar per Order

"Saya mendukung (penutupan kantor), tapi kalau yang seperti perbankan dan produksi itu kan harus jalan, jadi harus kembali lagi ke perusahaannya. Kalau layanan (perbankan) kan tidak bisa WFH," kata Amora, dilansir dari BBC Indonesia, Selasa (24/3/2020).

Maka dari itu, pada Senin 23 Maret 2020 pagi, Amora menggunakan KRL dari rumahnya di Bogor ke kantornya di bilangan Menteng. Dia memutuskan berangkat lebih awal lantaran jam operasional KRL sendiri berubah, dari yang biasanya beroperasi pukul 04.00-24.00 diganti menjadi pukul 06.00-20.00 WIB.

Baca Juga: Pekerja Indonesia di Australia Terancam PHK Akibat Virus Corona

"Aku memutuskan jam 05.30 tiba di stasiun (KRL) Bogor karena kereta baru mulai jam 06.00, ternyata sudah banyak orang di stasiun Bogor. Aku naik kereta ke Angke pukul 05.52," kata Amora.

"Kondisi kereta sudah penuh, full, sudah banyak yang berdiri. Di peron sudah banyak banget orang. Aku pikir, ketika pemeriksaan suhu tubuh di luar stasiun, stasiun tidak terlalu ramai. Tapi pas di peron orang sudah banyak banget di sana," tuturnya.

Padatnya stasiun membuat Amora tidak bisa menjaga jarak dengan penumpang lainnya.

"Aku tidak bisa jaga jarak. Ketika sudah sampai Depok, (kapasitas kereta) sudah penuh habis," kata karyawan sebuah bank tersebut.

"Pasrah, boro-borosocial distancing," sambungnnya

Amora mengatakan bahwa meski dia takut tertular virus corona,d ia tidak memiliki pilihan transportasi lain yang secepat KRL untuk menuju kantornya.

"Pertama tidak ada pilihan transportasi lain yang bisa cepat sampai Manggarai. Kedua saya sebenarnya takut tapi tidak ada pilihan lain. Kalau aku menunggu kereta di jam siang aku akan terlambat ke kantor, jadi aku paksain saja biar sampai tepat waktu," katanya.

Ketakutan Amora beralasan karena, sebagaimana dipaparkan Bupati Bogor, Ade Yasin, kepada media, seorang pasien positif terinfeksi virus corona di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berangkat kerja menggunakan transportasi umum seperti ojek online, KRL, MRT, dan bus TransJakarta.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini