nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Curhat Pekerja Informal, Takut Tertular Corona hingga Cemas Tak Bisa Nafkahi Keluarga

Rabu 25 Maret 2020 16:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 25 320 2188849 curhat-pekerja-informal-takut-tertular-corona-hingga-cemas-tak-bisa-nafkahi-keluarga-sry5i8QkN2.jpg Harus Bekerja di Tengah Merebaknya Virus Corona. (Foto: Okezone.com/BBC Indonesia)

JAKARTA - Work from home atau kerja dari rumah tidak berlaku bagi pekerja informal yang masih terus beraktivitas di pabrik, berkeliling kota membawa makanan dan bertemu banyak orang setiap hari.

Di tengah instruksi supaya mengisolasi diri selama pademi virus corona, para pekerja ini pun paling rentan terpapar virus. Kesehatan sebagian besar buruh garmen, kurir, dan pegawai restoran itu juga tidak ditanggung pemberi kerja.

Mereka pun dihadapkan pada pilihan terbatas antara bekerja keluar rumah demi tetap berpenghasilan atau mengkarantina diri dan menganggur di rumah.

Tak ada keramaian orang yang setiap hari biasa terlihat di pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta. Pada jam pulang kantor, antrean nyaris selalu mengular di setiap restoran cepat saji di pusat perbelanjaan tersebut.

Namun 23 Maret 2020 lalu, saat lebih dari separuh penderita virus corona Indonesia terdeteksi di Jakarta, Sarinah sepi dan gelap.

Hanya tampak para kurir makanan cepat saji yang menunggu pesanan matang sebelum mereka membelah jalanan ibu kota menuju rumah para pelanggan.

Dede, salah satu kurir itu, mengaku cemas tetap beraktivitas di luar rumah. Meski begitu, ia lebih khawatir tak memberi nafkah keluarganya ketimbang tertular virus corona dari salah satu pelanggannya.

"Saya ada rasa takut, tapi kalau tidak masuk kerja, saya enggak digaji. Kurir digaji per jumlah antaran. Kalau antaran banyak, gaji lumayan besar, kalau sepi ya gaji kecil," ujar Dede, dilansir dari BBC Indonesia, Rabu (25/3/2020).

Cegah Penyebaran Virus Korona, PT KCI Semprot Disinfektan

"Jadi mau enggak mau saya tetap kerja, anak-istri enggak makan kalau saya enggak kerja," tuturnya.

Dede berkata, walau berisiko tertular virus corona dalam aktivitasnya dari rumah ke rumah pelanggan, perusahaannya tidak menanggung ongkos kesehatan.

Tak bersentuhan dengan pelanggan saat mengantarkan makanan adalah satu-satunya inisiatif yang disebut Dede bisa menjauhkan para kurir dari penyakit.

"Sejak ada virus corona, walau kurir sakit, tetap tidak ada jaminan, harus kami tanggung sendiri risiko itu," ujarnya.

Merujuk Surat Edaran Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta yang terbit 20 Maret lalu, semua perusahaan didesak mengikuti seruan untuk melaksanakan kegiatan dari rumah. Empat bidang dikecualikan dalam surat itu, yaitu kesehatan, energi, jasa keuangan, dan pangan.

Pemprov DKI meminta para pelaku usaha di empat bidang itu untuk melaporkan siasat pencegahan penyebaran virus corona di antara pekerja mereka.

Faktanya, di Jakarta, sejumlah perusahaan di luar empat bidang itu tetap beroperasi selama kondisi darurat covid-19.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini