nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OJK ke Perbankan: Bantu Debitur yang Sedang Kesulitan

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 26 Maret 2020 18:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 26 20 2189413 ojk-ke-perbankan-bantu-debitur-yang-sedang-kesulitan-PMn6lgCITj.jpg Otoritas Jasa Keuangan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perbankan membantu para debitur yang saat ini tengah kesulitan akibat meluasnya wabah virus corona. Bantuan ini sangat penring dkarena debitur (termasuk debitur UMKM) mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban pada bank karena terdampak penyebaran COVID-19 baik secara langsung ataupun tidak langsung.

Mengutip keterangan OJK, Kamis (26/3/2020), OJK memberikan kelonggaran/relaksasi kredit usaha mikro dan usaha kecil untuk nilai di bawah Rp10 miliar baik kredit/pembiayaan yang diberikan oleh bank maupun industri keuangan non-bank kepada debitur dengan waktu penundaan sampai dengan satu tahun dan penurunan bunga.

Baca Juga: 6 Cara Bank Beri Kelonggaran Kredit UMKM, dari Turunkan Bunga hingga Perpanjangan Waktu

Akan tetapi kebijakan ini diserahkan sepenuhnya kepada bank dan sangat tergantung pada hasil identifikasi bank atas kinerja keuangan debitur ataupun penilaian atas prospek usaha dan kapasitas membayar debitur yang terdampak Covid 19. Jangka waktu restrukturisasi ini sangat bervariasi tergantung pada asesmen bank terhadap debiturnya dengan jangka waktu maksimal satu tahun.

Secara umum dalam pemberian restrukturisasi, bank mengacu pada POJK penilaian kualitas asset. Namun dalam penerapan ataupun skema restrukturisasinya dapat bervariasi dan sangat ditentukan oleh kebijakan masing-masing bank tergantung pada asesmen terhadap profil dan kapasitas membayar debiturnya.

Baca Juga: OJK Minta Penagihan Kredit Macet Satu Tahun ke Depan Tak Pakai Debt Collector

Agar dapat dipahami juga oleh masyarakat bahwa OJK menekankan kepada seluruh bank agar dalam pemberian kebijakan restrukturisasi ini dilakukan secara bertanggungjawab dan agar tidak terjadi moral hazard. Jangan sampai ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab (freerider/aji mumpung).

Ini terkait dengan debitur yang sebelumnya lancar namun kemudian jelas-jelas menurun kinerja usahanya sebagai dampak Covid 19, OJK justru meminta bank agar proaktif membantu debiturnya dengan menawarkan skema restrukturisasi yang tepat, baik dari sisi jangka waktu, besaran cicilan ataupun relaksasi bunga.

Sebagai suatu ilustrasi bentuk moral hazard dan pemberian restrukturisasi yang tidak bertanggungjawab antara lain adalah kebijakan restrukturisasi diberikan kepada nasabah yang sebelum merebaknya Covid 19 sudah bermasalah namun memanfaatkan stimulus ini dengan memberikan restru agar status debiturnya menjadi lancer. Tindakan tidak terpuji ini yang harus dihindari oleh bank.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini