nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Driver Ojol Tagih Kebijakan Pelonggaran Cicilan Kredit

Kamis 26 Maret 2020 12:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 26 320 2189232 driver-ojol-tagih-kebijakan-pelonggaran-cicilan-kredit-eDZMfOaD5L.jpg Ojol (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sejumlah pengemudi ojek dan taksi online menagih janji Presiden Jokowi tentang pelonggaran cicilan kredit kendaraan mereka di tengah pandemi virus corona.

Prima Aria Nanda dikejar cicilan mobil yang sudah jatuh tempo 10 Maret lalu. Pengemudi taksi online ini belum bisa melunasi kredit kendaraan karena pelanggan makin sepi dalam dua pekan terakhir.

"Tak ada kejadian seperti ini (pandemi), saya dapat bersih Rp300.000. Itu pun bersih sudah kepotong bensin dan makan. Nah, dengan kejadian seperti ini, boro-boro uang segitu, buat tutup bensin aja sudah susah," kata Aria seperti dikutip BBC Indonesia, Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Sejauh ini, Aria belum mendapat informasi dari pihak perusahaan pembiayaan (leasing) terkait penangguhan cicilan kendaraannya yang sudah memasuki tahun kelima.

Aria kini memilih berdiam diri di rumah dan mengandalkan penghidupan dari istrinya yang masih bekerja. Ia sangat berharap kebijakan penangguhan cicilan dari pernyataan Presiden Jokowi direalisasikan.

"Jangan sampai Pak Jokowi sudah ngomong di depan TV, dia koordinasikan dengan OJK, ternyata penerapan di lapangan itu tidak ada sama sekali. Kita ini masih dikejar-kejar juga," kata Aria.

Kelonggaran pembayaran cicilan ini berdasarkan Peraturan OJK No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Dampak Covid-19. Di dalam aturan ini OJK memberikan stimulus yang terdiri dari:

1. Penilaian kualitas kredit/pembiayaan/penyediaan dana lain hanya berdasarkan ketepatan pembayaran pokok dan/atau bunga untuk kredit pembiayaan/penyediaan dana lain dengan plafon sampai dengan Rp10 miliar.

2. Peningkatan kualitas kredit/pembiayaan menjadi lancar setelah direstrukturisasi selama masa berlaku aturan ini. Ketentuan restrukturisasi ini dapat diterapkan Bank tanpa melihat batasan plafon kredit/pembiayaan atau jenis debitur.

Cara restrukturisasi kredit/pembiayaan yang diatur OJK mengenai penilaian kualitas aset antara lain dengan cara penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, dan penambahan fasilitas kredit/pembiayaan.

Selain itu restrukturisasi juga dapat dilakukan dengan cara konversi kredit/pembiayaan menjadi Penyertaan Modal Sementara.

Perlakuan khusus ini bukan hanya untuk sektor informal seperti pengemudi ojek dan taksi online yang punya cicilan, tapi juga secara luas ditujukan kepada debitur UMKM dan non-UMKM yang mengalami kesulitan membayar cicilan ke bank lantaran terdampak pandemi virus corona.

Namun regulasi ini belum rinci menjelaskan kebijakan kelonggaran cicilan dari lembaga pembiayaan yang membidangi cicilan kredit sepeda motor atau mobil pengemudi ojek dan taksi online.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini