nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inisiatif Bursa Antisipasi Dampak COVID-19

Sabtu 28 Maret 2020 12:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 27 278 2189736 inisiatif-bursa-antisipasi-dampak-covid-19-WDporw9klC.jpg Virus Corona (Foto: Shutterstock)

JAKARTA ā€“ Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak penyebaran virus Corona. Langkah antisipasi ini dilakukan BEI setelah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pemerintah untuk merumuskan inisiatif dan insentif yang akan diberikan dalam rangka mengantisipasi dampak pandemic COVID-19 yang tengah melanda terhadap aktivitas di Pasar Modal Indonesia.

Salah satu insiatif dalam rangka menjaga keberlangsungan pasar agar tetap kondusif serta menjaga terlaksananya perdagangan Efek di Bursa yang teratur, wajar dan efisien, BEI menetapkan tiga hal. Pertama, BEI tidak menerbitkan daftar Efek yang dapat ditransaksikan secara Short Selling sampai dengan batas waktu yang akan ditetapkan kemudian. Kedua, BEI tidak memproses lebih lanjut apabila terdapat Anggota Bursa Efek yang mengajukan permohonan kepada Bursa sebagai Anggota Bursa Efek yang dapat melakukan transaksi Short Selling sampai dengan batas waktu yang akan ditetapkan kemudian. Ketiga, Anggota Bursa Efek wajib memastikan transaksi yang dilakukan baik untuk kepentingan Anggota Bursa Efek maupun untuk kepentingan nasabah, bukan merupakan transaksi Short Selling.

Di tengah sentimen negatif yang menyelimuti investor di pasar keuangan global, manajemen BEI mengimbau investor agar tidak panik dan tetap melakukan investasi berdasarkan analisis yang mendalam. Bursa senantiasa berupaya untuk memperkuat peran Anggota Bursa melalui penguatan pengawasan pasar, penyediaan produk pasar, dan pengaturan perdagangan yang kondusif.

Sementara itu, BEI juga menyampaikan keringanan penyampaian keterbukaan informasi bagi Perusahaan Tercatat. Menindaklanjuti surat Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2B Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor: S-45/PM.22/2020 tanggal 19 Maret 2020 mengenai relaksasi peraturan terkait kewajiban penyampaian laporan oleh Perusahaan Tercatat dan Penerbit dan sebagai upaya meringankan dampak yang timbul akibat kondisi darurat COVID-19 di Indonesia, BEI memberikan beberapa keringanan bagi pemenuhan kewajiban Perusahaan Tercatat.

Pertama, perpanjangan batas waktu penyampaian Laporan Keuangan Tahunan, Laporan Keuangan Interim I Tahun 2020 dan Laporan Tahunan bagi Perusahaan Tercatat melalui SPE-IDXnet, yaitu dua bulan dari batas waktu penyampaian laporan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan BEI. Kedua, sehubungan dengan perpanjangan batas waktu sebagaimana dimaksud pada angka 1 tersebut, maka Bursa menyesuaikan pengenaan notasi khusus ā€œLā€ bagi Perusahaan Tercatat.

Keringanan tersebut diberlakukan sejak tanggal 20 Maret 2020 berdasarkan Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00027/BEI/03-2020 tanggal 20 Maret 2020 perihal Relaksasi Batas Waktu Penyampaian Laporan Keuangan Dan Laporan Tahunan. Hal ini dilakukan untuk memberikan perpanjangan waktu kepada Perusahaan Tercatat agar dapat menyampaikan informasi yang akurat kepada investor dengan tetap memperhatikan kondisi darurat yang sedang diberlakukan. Bursa mengimbau kepada publik agar senantiasa memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perusahaan Tercatat.

BEI juga mengambil langkah antisipatif penanggulangan penyebaran COVID-19 di lingkungan kerja. Guna menjaga keberlangsungan operasional dan layanan Bursa, BEI menerapkan kebijakan pembagian area kerja (split operation) ke beberapa lokasi kerja sejak Jumat, 13 Maret 2020. Langkah tersebut diikuti dengan pelaksanaan bekerja dari rumah (work from home) mulai Rabu, 18 Maret 2020 dengan penerapan bertahap mengikuti perkembangan kondisi yang ada dengan tetap menjaga layanan Bursa kepada stakeholders berjalan lancar.

Kebijakan ini dilakukan sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia dan surat dari Otoritas Jasa Keuangan Nomor: S-88/D.04/2020 perihal Penanganan dan Pengendalian Penyebaran COVID-19 di Industri Pasar Modal yang ditujukan kepada seluruh Pelaku Industri Pasar Modal. Saat ini pun, Anggota Bursa telah diimbau untuk menetapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keberlangsungan operasional perdagangan yang teratur, wajar, dan efisien.

Selain pemberlakuan kebijakan tersebut, BEI juga telah membatasi kegiatan-kegiatan, seperti sosialisasi, rapat, dan kegiatan lain yang memerlukan interaksi dengan orang banyak secara tatap muka, namun tetap dilakukan menggunakan alternatif media online, seperti aplikasi video conference. Selain itu, dilakukan pula penundaan terhadap penyelenggaraan acara di Main Hall BEI dan area umum BEI lainnya sampai dengan waktu yang belum ditentukan. Hal ini dilakukan dengan itikad baik dan demi kebaikan bersama para stakeholders di industri pasar modal. Meski demikian, dipastikan seluruh kegiatan operasional perdagangan BEI tetap berjalan normal seperti biasa.** (TIM BEI)

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini