nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

8 Fakta Anjloknya Rupiah, Sempat Dekati Rp17.000/USD

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 29 Maret 2020 07:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 27 278 2190099 8-fakta-anjloknya-rupiah-sempat-dekati-rp17-000-usd-4tLtrVJuvw.jpg Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Dag dig dug melihat pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang hampir menembus Rp17.000 per USD selama seminggu terakhir.

Pelemahan Rupiah yang nyaris menyentuh Rp17.000 per USD imbas virus korona mengingatkan pada krisis 1998.

Tak ingin Rupiah jadi bulan-bulanan, Bank Indonesia (BI) selaku penanggung jawab penuh kestabilan Rupiah melakukan banyak cara untuk menstabilkan Rupiah.

Ya benar saja, Rupiah akhirnya menguat dan bergerak stabil menjauhi level Rp17.000 per USD. Kini Rupiah bergerak di level Rp16.000-an per USD.

Berikut fakta-fakta menarik Rupiah hampir menyentuh level Rp17.000 per USD seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Minggu (29/3/2020):

1. Rupiah Anjlok ke Rp16.460/USD

Sentimen pelemahan Rupiah karena virus korona kian menyebar. Tingkat kematian corona di RI sangat tinggi yang menyentuh 9,3% pada Minggu 22 Maret 2020 membuat Rupiah melemah pada perdagangan Senin.

Pada perdagangan Senin 23 Maret 2020, Rupiah anjlok 500 poin atau 3,13% ke Rp16.460 per USD.

2. Bank Jual Dolar AS Rp17.000 per USD

 

Dalam kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), Senin(23/3/2020), Rupiah berada di posisi Rp16.608 per USD.

Bahkan ada bank yang sudah menjual dolar AS di level Rp17.104/USD

3. Penyebab Rupiah Anjlok Dekati Rp17.000 per USD

Menurut Pengamat Ekonomi Indef Bhima Yudhistira, sumber utama pelemahan Rupiah disebabkan adanya aksi jual di bursa saham oleh investor asing.

"IHSG baru dibuka sudah drop 4%. Ini disebabkan oleh dua sentimen," kata Bhima kepada Okezone, Jakarta, Senin (23/3/2020).

4. Rupiah Menunjukkan Tren Perbaikan

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan perkembangan nilai tukar Rupiah pada hari ini cukup stabil. Rupiah bergerak di level Rp16.400 per USD. Terlihat dari permintaan maupun penawaran berjalan secara baik di pasar valas.

"Rupiah hari ini cukup stabil. Saya juga ucapkan terima kasih kepada para eksportir yang sudah kemudian memasok dolarnya ke pasar valas hingga hari ini nilai tukar bergerak stabil di pasar valas," ujar dia pada telekonferensi, Selasa (24/3/2020).

Sentimen pertama adalah gagalnya Senat AS menyepakati stimulus USD1,8 triliun untuk antisipasi dampak ekonomi covid-19. Kedua, jumlah pasien yang terinfeksi covid-19 di Indonesia terus meningkat. "Sehingga ada kekhawatiran lockdown dilakukan," katanya.

5. BI Selalu di Pasar

Gubernur BI Perry Warjiyo juga memastikan BI terus berada di pasar memantau secara baik dan mengintervensi atau stabilisasi nilai tukar diperlukan yang diperlukan baik melalui tunai atau spot melalui DNDF maupun juga melalui pembelian SBN dari pasar sekunder.

"Sebagaimana kita ketahui sejauh ini selama tahun ini, BI sudah membeli SBN dari pasar sekunder sebesar Rp168,2 triliun ini adalah SBN yang memang dilepas oleh asing," ungkap dia.

6. Cadangan Devisa Cukup

Jumlah cadangan devisa RI lebih dari cukup untuk melakukan stabilisasi nilai tukar Rupiah.

"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah Bagaimana kemudian ke depan berupaya agar menjaga kecukupan cadangan devisa dalam rangka menstabilkan nilai tukar Rupiah," kata Gubernur BI Perry Warjiyo.

7. Penyebab Rupiah Menguat Lawan Dolar AS

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, saat ini kondisi Rupiah terhadap dolar AS sudah berangsur membaik. Mekanisme pasar yang membaik membuat nilai tukar rupiah bergerak di level Rp16.250 per USD

"Nilai tukar Rupiah bergerak stabil dan terus menguat. Mekanisme pasar bid dan offer berlangsung membaik membentuk nilai tukar Rupiah menjadi Rp16.250," ujarnya dalam telekonferensi Kamis (26/3/2020).

Menurut Perry, penguatan Rupiah ini membuktikan jika kecemasan kondisi global saat ini sudah menurun, sehingga para pelaku pasar mulai kembali menaruh uangnya di pasar keuangan.

8. Rupiah Menguat ke Rp16.170 per USD

Pada perdagangan akhir pekan, Rupiah kian menguat ke level Rp16.100-an per USD. Hal ini menjadi kabar baik setelah hampir mendekati level Rp17.000 per USD.

Mengutip Bloomberg Dollar Index, Rupiah menguat 135 poin atau 0,83% ke Rp16.170 per USD.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini