nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mudik Dilarang, Jabodetabek Bakal Ditutup H-7 Lebaran?

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 27 Maret 2020 15:24 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 27 320 2189952 mudik-dilarang-jabodetabek-bakal-ditutup-h-7-lebaran-ASsFb6d9KM.jpg Mudik (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan opsi untuk pelarangan mudik lebaran idul fitri pada tahun ini. Larangan ini dalam rangka untuk mencegah penyebaran pandemik virus coron (Covid-19) di beberapa daerah.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setyadi mengatakan, pemberlakuan larangan mudik ini belum direncanakan akan berlaku pada H-7 lebaran. Hanya saja wacana tersebut masih perlu dibahas lagi oleh lintas Kementerian dan Lembaga termasuk dengan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas.

 Baca juga: Ada yang Colong Start, Kemenhub Minta Pemda Isolasi Pemudik dari Jabodetabek

"Kemarin sih ada rekomendasi H-7 lebaran," ujarnya dalam teleconfrence, Jumat (27/3/2020).

Menurut Budi, nantinya pihaknya bersama dengan Kepolisian akan membuat sekat-sekat untuk menutup jalan menuju Jawa Barat maupun Jawa Tengah. Sekat-sekat itu akan meliputi penutupan pada jalan nasional arteri maupun jalan tol.

 Baca juga: Mudik Dilarang, Jabodetabek Bakal Ditutup

Pada sekat-sekat tersebut nantinya akan dijaga oleh petugas keamanan dan kepolisian. Sehingga jika ada pemudik yang keluar dari Jabodetabek untuk mudik akan diminta kembali oleh petugas yang berjaga.

"Kami siapkan penyekatan-penyekatan pemudik dari Jabodetabek di mana akan ditutup atau disekat menggunakan jalan tol, jalan nasional atau arteri. Kalau udah terlanjur akan dikembalikan," ucapnya.

Menurut Budi, pelarangan mudik ini masih dalam tahap kajian yang mendalam. Oleh karena itu, ntuk saat ini, pemerintah hanya menghimbau terlebih dahulu kepada masyarakat agar tidak mudik ke kampung halamannya.

"Yang penting dalam rangka penyelenggara mudik ini pemerintah akan mengimbau atau melarang. Kita ada tahapan sampai saat ini kita larang dulu kalau ini kita masih dalam pembahasan eselon 1," jelasnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini