Share

Ini Reward dan Punishment dalam Pelarangan Mudik Lebaran

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 27 Maret 2020 16:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 27 320 2189989 ini-reward-dan-punishment-dalam-pelarangan-mudik-lebaran-E7rh8cq43b.jpg Mudik (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan aturan pelarangan mudik pada Lebaran Idul Fitri tahun ini. Untuk mendukung kibijakan tersebut, pemerintah akan menyiapkan sanksi dan hadiah (punishment and reward).

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, skema pemberian hadiah dan hukuman ini untuk membuat masyarakat bisa patuh pada kebijakan tersebut.

Sebab dirinya menilai tanpa adanya hukuman ataupun reward yang diberikan biasanya masyarakat Indonesia akan sulit untuk mengindahkan larangan yang sudah dibuat oleh pemerintah.

"Karena kalau dilarang butuh reward dan punshment. Misalnya yang memaksa mudik punishmentnya apa. Kalau yang tidak mudik seperti apa," ujarnya dalam telekonferensi, Jumat (27/3/2020).

Salah satu contohnya adalah bagi masyarakat yang tetap kekeuh untuk mudik maka akan disuruh kembali. Sebab pemerintah akan menyiapkan petugas keamanan dari TNI dan Polri di pintu masuk Jabodetabek.

Sementara bagi masyarakat yang sudah terlanjur berada di kampung halaman maka tidak diperkenakan untuk kembali lagi ke Jakarta. Tentunya selama pandemi virus corona ini berakhir.

"Kalau kita larang kita siapkan skema dengan Korlantas Polri artinya kalau diputuskan larangan kita siapkan sekat-sekat. Ini akan ada penegakan hukum ketika orang memaksa mudik," ucapnya.

Sementara untuk reward yang didapatkan para pekerja yang tidak mudik salah satu contohnya dengan memberikan bantuan berupa paket sembako ataupun yang lainnya. Hanya saja untuk pemberian reward ini masih terus dibahas oleh lintas instansi termasuk pemerintah provinsi DKI Jakarta.

"Bagi yang tidak mudik misalnya, kebijakan untuk pekerja sektor informal dibantu pendapatannya atau ada paket sembako sehingga mereka enggak balik mudik ke kampungnya," katanya.

Selain dari pemerintah lanjut Budi, pihaknya juga meminta bantuan dari seluruh pihak termasuk juga RT dan juga lingkungan sekitar. Ketua RT di daerahnya bisa mengimbau kepada warganya untuk tidak mudik dengan menjanjikan paket sembako ataupun bantuan lainnya.

"Insentif itu jangan dari pemerintah saja, kita kan melihat dalam struktur anggaran kita supaya tidak ada kesalahan prosedur, insentif juga kepada masyarakat yang mau untuk membantu lingkungannya. Mungkin kalau RT mengakomodir dan memfasilitasi, mungkin RT bisa membujuk untuk tidak pulang dan orang yang mampu itu memberkan bantuan sembako dan sebagainya," kata Budi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini