nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Virus Corona Intai Industri Tekstil, Penjualan Anjlok hingga Dihantui PHK

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 29 Maret 2020 11:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 27 320 2190117 virus-corona-intai-industri-tekstil-penjualan-anjlok-hingga-dihantui-phk-BZSTV6Mzmg.jpg Virus Corona (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Virus corona atau coronavirus (Covid-19) telah menggerogoti industri tekstil. Para buruh pun dihantui PHK jika industri tidak berjalan.

Untuk itu, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) meminta beberapa stimulus kepada pemerintah. Mengingat saat ini pandemi virus corona sudah mulai menyerang industri tekstil dan produk tekstil.

Berikut fakta-fakta menarik virus corona menyerang industri tekstil seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Minggu (29/3/2020).

1. Asosiasi Butuh Stimulus dan Relaksasi

 

API meminta beberapa stimulus kepada pemerintah. Ketua Umum API Jemmy Kartiwa mengatakan, ada beberapa relaksasi yang diminta kepada pemerintah. Stimulus ini meliputi dari mulai sektor industri, lingkungan hidup hingga energi.

"Sektor Perindustrian. Perlindungan tarif untuk produk pakaian jadi, sebagai upaya lanjutan harmonisasi tarif dari hulu ke hilir yang diperuntukkan bagi produsen hilir TPT dan IKN. Mengingat banyaknya petisioner yang harus dikumpulkan dalam waktu yang sangat singkat, oleh karena itu perlindungan tarif hanya mungkin diinisiasi oleh pemerintah," ujarnya melalui telekonferensi di Jakarta, Senin (23/3/2020).

2. Pengetatan Impor

Pemerintah perlu melakukan pengetatan impor. Maksudnya, impor yang dilakukan harus benar-benar diperuntukkan untuk bahan baku dan bukan barang jadi.

"Pengetatan verifikasi dalam pemberian persetujuan impor TPT agar izin dibuat hanya benar-benar sebagai bahan baku industri dengan pertimbangan memenuhi kapasitas produksi dalam negeri terlebih dahulu," kata Jemmy.

Untuk sektor lingkungan hidup, Jemmy menyampaikan bahwa pihaknya pemerintah segera mencabut peraturan bottom ace dan limbah B3. Hal itu berkaca dari negara lain yang mana hal tersebut tidak dikategorikan sebagai limbah berbahaya dan dapat dimanfaatkan bahan baku batako dan lapisan jalan.

"Segera merevisi peraturan pengetatan baku mutu limbah cair dengan pertimbangan benchmark perbandingan yang diperlakukan oleh negara lain termasuk negara maju sekalipun tidak seketat yang berlaku di Indonesia," ucap Jemmy.

 

3. Industri Tekstil Minta Pelaporan SPT Ditunda 6 Bulan

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Anne Patrice Sutanto mengatakan, salah satu yang diminta kepada pemerintah adalah mengenai insentif pajak. Pihaknya meminta kepada pemerintah untuk memberikan keringanan pelaporan Surat Pemberitahunan Tahunan (SPT) selama 6 bulan ke depan.

"Harapannya bisa ditunda secara bersama, kami harap bisa ditunda 6 bulan. Begitu pula PPh Pribadi tanpa denda dan penalti ya," ujarnya dalam telekonferensi di Jakarta, Senin (23/3/2020).


4. Penjualan Tekstil Anjlok

Dalam 10 hari terakhir, penjualan dari industri tekstil langsung anjlok tajam.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa mengatakan, tren perbaikan seketika berbalik ketika virus corona ini masuk. Bahkan ada beberapa permintaan yang terpaksa harus dibatalkan akibat pandemi corona ini.

"Tren perbaikan tersebut berbalik drastis dalam 10 hari terakhir. Permintaan menurun dengan sangat tajam. bahkan sejumlah komitmen permintaan berjalan ditunda bahkan dibatalkan," ujarnya.

 

5. Dihantui PHK

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa mengatakan, meskipun penjualan anjlok namun seluruh industri belum melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada karyawannya. Sebab seluruh industri pertekstilan masih beroperasi secara penuh meskipun ada wabah virus corona.

"Masalah PHK sampai hari ini sih industri tekstil anggota kita yang kita pantau masih berjalan full," ujarnya.

 

6. 1.200 Buruh Dirumahkan

Sebanyak 1.200 pegawai kontrak pabrik tekstil PT Kahatex untuk sementara waktu, dirumahkan. Hal itu imbas dari surat edaran yang dikeluarkan Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir.

Dimana dalam surat itu terdapat poin, menganjurkan agar melakukan penutupan di dunia usaha untuk mencegah penyebaran wabah corona. Selain itu, ada juga poin lainnya, yang bertuliskan anjuran agar perusahaan mengurangi aktivitasnya.

"Kalau kita langsung stop produksi kan kita kan Kahatex rugi juga, kalau karyawan kita diliburkan, otomatis kan selama libur upahnya harus dibayar, makanya Kahatex melakukan perumahan sementara untuk karyawan yang masa kerjanya kontraknya habis di bulan ini," terang Kepala Bagian Umum PT. Kahatex Luddy Sutedja, pada Jumat (27/3/2020).

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini