nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Paket Stimulus Rp35.200 Triliun Bikin Dolar AS Melemah, Kok Bisa?

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 28 Maret 2020 07:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 28 278 2190304 paket-stimulus-rp35-200-triliun-bikin-dolar-as-melemah-kok-bisa-QvLENDDK3y.jpg Dolar (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) mencatat penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari satu dekade pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu pagi WIB).

Penurunan dolar AS ini di tengah persetujuan paket stimulus Amerika senilai USD2,2 triliun atau Rp35.200 triliun dan bank sentral (The Fed) membantu mengatasi kekalahan di pasar global akibat pandemi virus corona atau coronavirus (Covid-19).

Melansir Reuters, Jakarta, Sabtu (29/3/2020), indeks dolar turun 0,87% terhadap sekeranjang mata uang dunia menjadi 98,41. Ini jatuh 3,90% dalam minggu ini. Penurunan mingguan terbesar sejak Maret 2009.

Indeks dolar pekan lalu telah mengumpulkan kenaikan mingguan terbesar sejak krisis keuangan.

Padahal, dolar sempat melonjak pada Maret karena jatuhnya pasar saham dan utang menyebabkan perebutan mata uang paling likuid di dunia.

Tetapi janji belanja pemerintah yang besar dan upaya terkoordinasi oleh bank sentral di seluruh dunia untuk meningkatkan pasokan dolar AS telah mendukung reli dalam mata uang utama lainnya.

Sekadar informasi, Dewan Perwakilan AS pada hari Jumat menyetujui paket stimulus bantuan ekonomi USD2,2 triliun yang terbesar dalam sejarah Amerika untuk membantu warga dan bisnis mengatasi kemerosotan ekonomi akibat virus corona.

“Apa yang kami lihat adalah mengurangi tekanan di pasar uang. Tindakan oleh bank sentral telah berhasil sejauh ini dan kekurangan dolar telah diambil dari meja, " kata Ulrich Leuchtmann, kepala FX dan penelitian komoditas di Commerzbank.

Terhadap yen, dolar turun 1,56% pada hari Jumat menjadi 107,87 yen, karena investor dan perusahaan Jepang memulangkan dana sebelum tahun fiskal mereka berakhir minggu depan.

Euro naik 0,83% terhadap greenback menjadi USD1,1119. Sterling melonjak 2,07% menjadi USD1,2454 dan dolar Australia naik 1,78% menjadi USD0,6171.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini