nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Asuransi Terbukti Meningkatkan Populasi Ternak Sapi

Minggu 29 Maret 2020 19:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 29 320 2190854 asuransi-terbukti-meningkatkan-populasi-ternak-sapi-RfuzyMWNcm.jpg Sapi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo meningkatkan populasi ternak sapi sebagai usaha menjaga swasembada daging sapi dan kesejehteraan peternak. Salah satu bentuknya dengan mendorong peternak ikut program asuransi ternak sapi dari pemerintah pusat. Ternak sapi betina yang mati selama keikutsertaan asuransi akan diganti.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti mengatakan, kondisi ternak sapi di Sukoharjo sudah sangat maju dan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Hal itu dilihat dari melimpahnya populasi ternak sapi hingga puluhan ribu ekor dan meningkatnya kesejahteraan peternak. Kondisi semakin meningkat dengan adanya usaha ternak sapi dikelola swasta di Sukoharjo.

Baca juga: Populasi Babi Terancam akibat Kolera, Sumut Berpotensi Rugi Rp4 Triliun

Keberadaan ternak sapi sudah ada sejak lama dan terus berkembang hingga sekarang disejumlah wilayah di Sukoharjo. Hasil ternak sapi berupa daging mampu memenuhi kebutuhan lokal Sukoharjo. Melimpahnya daging membuat Sukoharjo diandalkan pemerintah pusat memenuhi kebutuhan nasional.

Ternak sapi asal Sukoharjo dikirim ke sejumlah daerah seperti ke Jakarta, Bandung, Surabaya hingga ke luar pulau jawa. Meski telah berhasil namun Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo akan terus mengembangkan ternak sapi. Sasarannya tidak hanya meningkatkan populasi ternak sapi saja, namun juga kesejahteraan para peternak.

Baca juga: Ayam Petelur Bantuan Pemerintah Tingkatkan Perekonomian Peternak

“Para peternak sapi terus kami dorong ikut asurasi ternak sapi dari pemerintah. Jadi ini program resmi pemerintah dan animo peternak Sukoharjo tinggi. Sebab kepesertaan juga banyak. Kami sendiri lega dengan kondisi ini karena usaha ternak sapi para peternak Sukoharjo menjadi lebih dijamin pemerintah,” ujarnya dilansir dari KRJogja, Minggu (29/3/2020).

Para peternak sapi Sukoharjo apabila ikut program asuransi ternak sapi pemerintah maka memiliki kewajiban membayar premi sebesar Rp40 ribu per tahun. Selama satu tahun apabila ada ternak sapi betina mati maka akan mendapatkan dana ganti rugi dari pemerintah sebesar Rp10 juta.

Sasaran asuransi ternak sengaja dilakukan terhadap sapi betina. Sebab pemerintah pusat berharap agar populasi sapi terus bertambah banyak. Dengan demikian kesejahteraan peternak meningkat dan pemerintah mendapat jaminan kemudahan mendapat pemenuhan daging sapi dari peternak lokal.

“Peternak sapi sudah punya kesadaran ikut asuransi karena memang usaha ini butuh jaminan agar tidak rugi besar saat ada kendala ternak mati,” lanjutnya.

Ternak sapi besar di Sukoharjo sendiri paling banyak tersebar di wilayah Kecamatan Weru, Polokarto, Tawangsari, Mojolaban, Bendosari. Selain itu di wilayah lain juga memiliki ternak sapi dengan skala menengah dan kecil.

“Ternak sapi seperti jaminan kehidupan bagi warga di desa dengan memelihara beberapa ekor sapi. Keberadaan mereka memberi kontribusi besar terhadap populasi ternak sapi. Apalagi di Sukoharjo sudah swasembada daging sapi dan tetap terus kami tingkatkan,” lanjutnya.

Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Yuli Dwi Irianto mengatakan, populasi ternak khususnya sapi menunjukan grafik peningkatan signifikan. Kondisi tersebut menggembirakan bagi petugas maupun pemerintah. Sebab banyaknya ternak sapi sekaligus menjadi jaminan bagi ketersediaan daging dengan harga terjangkau. Masyarakat tidak perlu khawatir kesulitan mendapatkan barang dipasaran.

Data terakhir menunjukan populasi ternak sapi di Sukoharjo mencapai puluhan ribu ekor tersebar disejumlah wilayah. Sapi tersebut diternak baik secara perorangan maupun kelompok ternak. Sapi dikembangbiakan tidak hanya diambil dagingnya saja namun juga lainnya termasuk kulit sapi dan kotorannya.

“Masyarakat baik secara pribadi maupun kelompok semakin tertarik mengembangbiakan sapi. Mereka banyak menjadi peternak sebagai pekerjaan pokok,” ujar Yuli.

Sapi kebanyakan diternak di wilayah pinggiran jauh dari perkotaan oleh peternak. Seperti di Kecamatan Weru, Mojolaban dan Polokarto. Lokasi jauh dari pemukiman dipilih untuk menghindari konflik masalah dengan masyarakat.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo memberikan jaminan pendampingan kepada para peternak. Bentuknya yakni dengan mendampingi peternak dalam mengembangbiakan ternak sapi. Apabila ada kendala maka petugas bisa membantu mencarikan solusi.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini