nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Di Hadapan Erick Thohir, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Minta Ruang Isolasi bagi Pasien Covid-19

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 01 April 2020 14:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 01 320 2192354 di-hadapan-erick-thohir-ketua-ikatan-dokter-indonesia-minta-ruang-isolasi-bagi-pasien-covid-19-zQbPfjZCmc.jpeg Virus Corona (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Bank Mandiri menyiapkan perlindungan asuransi dengan total uang pertanggungan hingga Rp1 triliun bagi tenaga kesehatan. Hal itu dalam rangka penanggulangan penyebaran virus corona atau Covid-19.

Acara tersebut dilakukan oleh Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar kepada Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr Daeng M Faqih serta disaksikan Menteri BUMN Erick Thohir dan Direktur Kepatuhan AXA Mandiri Rudy Kamdani.

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr Daeng M Faqih mengatakan bantuan ini sangat berarti untuk tenaga kesehatan. Karena tenaga kesehatan ini benteng terakhir melawan Covid-19.

"Terima kasih pak Menteri BUMN Erick Thohir dan Bank Mandiri yang telah mendukung tenaga kesehatan. Apa yang dilakukan ini dalam rangka gotong royong semua bangsa. Kegiatan ini kami akan sebarkan kepada teman-teman (tenaga medis), supaya lebih semangat dan besar hati agar merasa mereka di depan tidak sendirian ada saudaranya," ujar dia pada telekonferensi di Jakarta, Rabu (1/4/2020).

 Baca Juga: Listrik, Gas hingga Internet Tersambung ke RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet

Menurut dia, pengadaan APD dan rapid test tidak lepas dari Menteri BUMN Erick Thohir yang membantu tenaga kesehatan. Dirinya juga meminta kepada semua pihak dan Kementerian BUMN untuk menyiapkan ruang isolasi.

"Kami membutuhkan dorongan semua pihak dan Kementerian BUMN terkait kebutuhan ruang isolasi dan alat bantu napas oksigen dan ventilator, mudah-mudahan Menteri Erick tidak lelah untuk support kami," ungkap dia.

Pihaknya juga menyebut di Jakarta sudah ada lebih 700 pasien Covid-19. Sedangkan dokter paru-paru dan penyakit dalam hanya ada 700, maka itu sangat kurang sekali.

"Kemarin kami telah berdiskusi agar semua dokter bisa ikut berpartisipasi dalam penanganan Covid-19 ini, nantinya kami akan memberikan pelatihan dan workshop," tandas dia.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini