nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta di Balik Anggaran Rp405 Triliun Atasi Covid-19

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 05 April 2020 08:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 04 20 2194163 fakta-di-balik-anggaran-rp405-triliun-atasi-covid-19-YncEHYwKVA.jpg Penanganan Virus Corona di Indonesia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah menambah alokasi anggaran untuk penanganan virus corona atau Covid-19 sebesar Rp405 triliun. Hal ini pun dituangkan dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang kebijakan keuangan negara dan stabilitas sistem keuangan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, nantinya Perppu ini akan ada beberapa aturan turunan. Saat ini, aturan tersebut sedang diramu agar tambahan anggaran ini besar benar-benar efektif.

Okezone pun merangkum fakta-fakta menarik terkait alokasi dana penanganan corona tersebut, Minggu (5/4/2020):

1. Landasan Hukum untuk Alokasi Dana Penanganan Corona

Melalui Perppu ini, pemerintah memutuskan untuk menambah anggaran belanja dan pembiayaan APBN 2020 untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp405,1 triliun.

"Ini landasan hukum awal sudah dibuat sehingga nanti Menko bisa desain. Karena sektor ekonomi terpengaruh sangat bervariasi," ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani.

2. Tujuan Alokasi Dana Covid-19

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebut, anggaran ini akan mencakup seluruh sektor yang terdampak. Misalnya saja sektor dunia usaha pemerintah tengah merumuskan mekanisme dan aturan agar dunia usaha bisa diberikan keringanan pajak.

"Menko sudah koordinasikan mengenai gimana melihat sektor ekonomi. Instrumennya dalam bentuk apa PPh 21 atau 25 atau PPN restitusi. Kami terus bersama merumuskan itu," kata Sri Mulyani.

Sementara dari sisi sosial, pemerintah juga ingin memastikan bantuan sosial ini bisa betul-betul terasa manfaatnya oleh masyarakat. Mengingat saat ini kegiatan masyarakat dibatasi untuk mencegah penularan virus corona yang lebih luas lagi.

3. Rincian Dana Rp405 Triliun

Anggaran tersebut dialokasikan untuk sejumlah aspek untuk penangangan virus yang tengah mewabah tersebut, antara lain:

- Rp75 triliun untuk bidang kesehatan

- Rp110 Triliun untuk social safety net (jaring pengaman sosial)

- Rp70,1 triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus KUR

- Rp150 triliun dialokasikan untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional, termasuk restrukturisasi kredit dan penjaminan serta pembiayaan untuk UMKM dan dunia usaha menjaga daya tahan dan pemulihan ekonomi.

4. Apa Dampak Dana Rp405 Triliun pada Indonesia?

Perppu nomor 1 tahun 2020 tersebut berisikan stimulus ekonomi sebesar Rp405,1 triliun. Pengamat Ekonomi Bank Permata Josua Pardede mengatakan, stimulus tersebut akan berdampak pada kuartal III tahun ini.

“Sementara dampak stimulus fiskal di luar stimulus jaring pengaman sosial dan moneter yang sifatnya akomodatif , akan baru terasa paling cepat kuartal III tahun 2020,” kata dia.

“Dampak dari stimulus yang terkait dengan jaring pengaman sosial dan anggaran terkait kesehatan diperkirakan akan mulai terasa pada kuartal II, ketika masa pandemi masih berlangsung,” tukasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini