nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Anjlok Usai Penurunan Data Pekerja AS

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 04 April 2020 07:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 04 04 278 2193978 wall-street-anjlok-usai-penurunan-data-pekerja-as-2ueXhpYzef.jpg wall Street Menurun. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Indeks utama Wall Street turun lebih dari 1,5% pada perdagangan Jumat, karena corona virus membuat rekor pertumbuhan pekerjaan AS selama 113 bulan akhirnya menurun. Laporan ini mengintensifkan kekhawatiran perlambatan ekonomi yang mendalam.

Dow Jones Industrial Average turun 360,91 poin, atau 1,69% menjadi 21.052,53, S&P 500 kehilangan 38,25 poin atau 1,51%, menjadi 2.488,65 dan Nasdaq Composite turun 114,23 poin, atau 1,53% menjadi 7.373.08.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Melemah Imbas Pengangguran AS Cetak Rekor Tertinggi

Departemen Tenaga Kerja mencatat ada sekira 701.000 orang  kehilangan pekerjaannya selama bulan Maret. Data sampai pertengahan Maret mencatat sebelum penutupan yang meluas di AS membuat lebih banyak orang tidak bekerja.

Penyebaran virus di seluruh dunia memaksa miliran orang untuk tetap tinggal di dalam rumah dan mendorong seluruh sektor ke jurang kehancuran. Hal ini pun memicu PHK massal dan langkah-langkah dramatis perusahaan untuk mendapatkan uang.

Baca Juga: Pertemuan Darurat Arab Saudi-Rusia Dorong Penguatan Wall Street

"Ketika investor bersiap untuk beberapa laporan ekonomi yang suram selama beberapa minggu ke depan, kami mendapat pengingat yang sangat sadar tentang apa yang akan terjadi melalui laporan pekerjaan hari ini," kata Kepala Strategi Investasi Janney Montgomery Mark Luschini, dilansir dari Reuters, Sabtu (4/4/2020).

Investor juga cemas menuju akhir pekan karena berita l"sangat jelek" pada jumlah kasus virus corona atau hot spot baru di seluruh negeri.

S&P 500 ditutup turun hampir 27% dari penutupan tertinggi setelah pertengahan Februari, atau kehilangan sekitar USD7 triliun nilai pasar.

Dari 11 perusahaan sektor utama S&P 500, penghambat terbesar turun 3,6%, diikuti oleh material .SPLRCM dan keuangan .SPSY dengan penurunan lebih dari 2%.

Hanya konsumen pokok .SPLRCS naik 0,5% karena sektor ini dipandang sebagai permainan defensif, dengan konsumen masih perlu makan dan membeli barang-barang rumah tangga dalam resesi.

Saham Walt Disney Co (DIS.N) turun 3% setelah akan memangkas beberapa karyawan AS bulan ini. Sementara sumber mengatakan pengecer mewah Neiman Marcus meningkatkan persiapan untuk mencari perlindungan kebangkrutan.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini