nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Strategi untuk Perusahaan di Indonesia Memanfaatkan Peluang Bisnis

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 04 April 2020 12:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 04 320 2194071 strategi-untuk-perusahaan-di-indonesia-memanfaatkan-peluang-bisnis-NzzrT8TQPn.jpg Memanfaatkan Peluang Bisnis di Tengah Virus Corona. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Direktur Program Magister Manajemen Kalbis Institute Jakarta Dr. Joseph M J Renwarin menilai perusahaan-perusahaan di Indonesia memiliki peluang yang bisa dimanfaatkan di tengah pandemi virus corona. Dirinya pun menyakini perusahaan Indonesia bisa unggul di pasar internasional.

Dia menerangkan, Iran sangat tergantung dari impor China untuk industri manufaktur, tambang dan hasil pertanian (Shah Abadi et al, 2013). Jumlah transaksi bisa mencapai lebih dari 118.760 juta rial.

Dalam kondisi normal, maka perusahaan-perusahaan China melakukan strategi global dalam mempertahankan pangsa pasar di Negara Iran. Kondisi ini dikenal dengan istilah unhealthy competition (Poor Seyed, 1994).

Baca Juga: Peluang Bisnis di Tengah Wabah Covid-19

Kondisi status quo ini bisa dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam meningkat keunggulan kompetisi di pasar Internasional karena efek ekonomi global. Perusahan-perusahan Indonesia juga bisa mengembangkan keunggulan kompetensi lain dan memanfaatkan berbagai sumber daya yang dimiliki perusahaan untuk unggul dan bersaing (Nasiri et al, 2013)

Inovasi bisnis juga dibutuhkan pada saat dalam rangka memperluas pasar karena ada peluang secara factor-faktor external (Hosseini Akram S et al, 2018).

“Inovasi ini biasa dikenal dengan inovasi terbuka dengan memanfaatkan sumber-sumber daya yang dimiliki perusahaan,” ujarnya, dalam keterangannya, Jumat (4/4/2020).

Baca Juga: Target Pasar Acara Hiburan Terimbas karena Covid-19

Hal ini dicontohkan ketika terjadi peristiwa yang tidak terduga pada penyerangan 11 September 2001 yang mengakibatkan hancurnya perekonomian negara adikuasa Amerika Serikat dan berdampak pada lesunya perekonomian global.

Inovasi terbuka yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan importir Amerika saat itu adalah dengan focus pada orientasi produksi. Visi saat itu adalah bagaimana memproduksi produk murah dan biaya promosi yang murah tetapi berkualitas dibenak konsumen Amerika.

“Berkaca dari kasus tahun 2001 ini, maka perusahaan-perusahaan Indonesia memiliki peluang besar karena bukan hanya satu Negara yang terkena imbas tapi sudah lebih dari 60 negara,” tuturnya.

Dibutuhkan kemampuan dinamis dari manajemen perusahaan secara krusial untuk merobah arah bisnis karena ada perubahan kompetensi inti di pasar internasional (Yildiz & Karakaz, 2012).

Potensi Indonesia adalah negara yang bisa memproduksi barang-barang dalam berbagai tipe. Untuk perusahaan-perusahaan yang akan mengekspor obat-obatan keluar negeri, mie kering, makanan dan minuman ringan, dan lain-lain, sudah saatnya untuk memproduksi dalam jumlah besar sehingga akan mendapatkan biaya produksi yang efisien.

“Pasar masih terbuka karena kondisi recovery akibat Virus Corona diperkirakan akan normal sampai akhir tahun 2020,” ujarnya.

Dengan biaya produksi yang murah maka akan memberikan daya tawar yang bagus di pasar internasional. Perusahaan juga bisa menggunakan biaya promosi yang murah melalui social media. Dengan demikian, perusahaan tidak memerlukan biaya iklan yang mahal untuk memasarkan produknya ke pasar luar negeri.

Berarti bahwa tidak ada biaya promosi. Harga jual di pasar internasional akan naik secara otomatis karena terjadinya hukum permintaan dan penawaran. Hal ini bisa diantisipasi oleh para pengusaha Indonesia dengan mempersiapkan sumberdaya keuangan, namun tetap memperhatikan kondisi inflasi di Indonesia akibat lemahnya sector pariwisata.

Dengan demikian, kondisi perekonomian Indonesia diharapkan masih bisa stabil. Hal yang menjadi catatan bagi para pengusaha domestik bahwa meskipun harga jual murah tetapi tetap mempertahankan kualitas karena akan berbahaya jika kondisi ekonomi menjadi normal di pasar internasional. Jangan sampai, dibenak konsumen, menganggap bahwa produk-produk impor ini adalah produk murahan.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini