nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Gas Elpiji 3 Kg Selangit, Disperindag Lebak: Kami Tidak Ada Peranan Menekan Harga

Yaomi Suhayatmi, Jurnalis · Sabtu 04 April 2020 16:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 04 04 320 2194152 harga-gas-elpiji-3-kg-selangit-disperindag-lebak-kami-tidak-ada-peranan-menekan-harga-g07LDrAM8k.jpg Gas Elpiji 3 Kg. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lebak H Dedi Rahmat menanggapi keluhan warga atas kenaikan harga gas elpiji 3 kilogram (Kg) yang berlangsung selama lebih dari dua pekan terakhir.

Harga gas bersubsidi melonjak antara Rp30 ribu sampai Rp40 ribu per tabung, selain harganya melambung, gas elpiji ini juga langka di pasaran.

Dedi mengatakan, pihaknya tidak bisa melakukan intervensi lebih jauh karena hal ini bukan kewenangannya.

Baca Juga: Gas Subsidi Langka Akibat Ulah Curang Para Penimbun, Warga Lebak Menjerit

“Kami tidak ada peranan untuk menekan harga, cuma bisa melakukan imbauan kepada para agen dan pengecer agar harga gas elpiji 3 kg bisa terjangkau oleh masyarakat,” ungkap Dedi, Sabtu (4/4/2020).

Kenaikan harga gas elpiji 3kg di Kabupaten Lebak yang dimpimpin Bupati Iti Octavia Jayabaya ini ini terjadi di sejumlah kecamatan seperti Muncang, Cikulur, Malingping dan sekitarnya.

Sementara di Ibu Kota Rangkasbitung, gas elpiji 3 kg ini relatif lebih mudah didapatkan meskipun harganya juga mengalami lonjakan yakni Rp30 ribu per tabung, demikian pula di Kecamatan Maja dan Curugbitung. 

Baca Juga: Pastikan Ketersediaan BBM dan Elpiji, Pertamina Buat Task Force Covid-19

Dedi mengatakanya, kewenangan untuk mengontrol harga pasar ada sepenuhnya pada kewenangan Pertamina. “Harusnya Pertamina membuat regulasi lagi terkait pengawasan dan Disperindag diberikan kewenangan oleh Pertamina,” ujarnya.

Ironis memang di tengah kondisi yang sulit seperti sekarang, penderitaan masyarakat kecil yang paling terdampak secara ekonomi akibat Covid-19 justru semakin bertambah gara-gara perilaku oknum pengusaha elpiji yang tak punya hati nurani. Oknum yang dengan sengaja menimbun sehingga menjadi langka dan pada akhirnya bebas menentukan harga.

Ulah Para Mafia Gas

Kelangkaan yang diikuti dengan melonjaknya harga gas elpiji bersubsidi di sejumlah kecamatan di Lebak ini, diyakini Ketua Perkumpulan Urang Banten PUB Lebak Pepep Faisaluddin tak lepas dari permainan para oknum pengusaha nakal.

“Saya berharap kepada pengusaha elpiji jangan menggunakan kesempatan dalam kesempitan. Perkumpulan Keluarga Lebak akan mengusut jika ada mafia-mafia gas,” katanya.

Selain akan mengusut tuntas para mafia gas yang bermain, Pepep juga menegaskan dirinya tidak gentar berhadapan dengan para oknum tersebut, “Bagi pengusaha elpiji yang nakal, saya tidak takut ada backing-backingan dibelakang kalian,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Lebak, Dindin Nurohmat sangat menyayangkan kelangkaan yang disertai melonjaknya harga gas bersubsidi ini karena akan berdampak pada kegiatan ekonomi masyarakat.

Dia mendesak Dinas Perdagangan dan Perindustrian ‘Disperindag’ Kabupaten Lebak segera berkoordinasi dengan Pertamina.“Langkah ini urgent untuk ditempuh demi menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan elpiji 3kg di tengah masyarakat. Intervensi pemerintah secapatnya harus dilakukan, jangan biarkan hal ini terus berlanjut tanpa solusi.” tegasnya.

Selain itu, Dindin juga meminta Disperindag tegas dalam mengontrol para agen yang menjual elpiji meleibihi HET yang sudah ditetapkan. “Meskipun tidak bisa intervensi harga karena hal tersebut wewenang Pertamina, tapi kalau memang ada dugaan kecurangan, panggil oknumnya dan suruh tandatangani perjanjian kalau masih nakal menjual di atas HET, cabut izin usahanya,” tegasnya lagi.

Untuk itu, agar tidak ada perilaku curang, sebaiknya Disperindag rutin melakukan razia pasar agar gas elpiji yang diperuntukkan bagi masyarakat menengah bawah ini distribusinya berjalan dengan lancar. “Dalam hal ini bisa menggandeng pihak kepolisian untuk melakukan razia atau sidak ke pusat penyediaan elpiji untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan atau permainan di kalangan agen atau pangkalan,” tegasnya lagi.

Disampikan Ketua DPRD Lebak tersebut bahwa pihaknya telah membentuk Panitia Khusus PANSUS sebagai langkah tegas dalam upaya menyelesaikan persoalan yang dihadapi warga Lebak saat ini.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini