nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gara-Gara Corona, 50 Juta Pekerja Sektor Pariwisata di Dunia Terancam PHK

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 06 April 2020 20:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 04 06 320 2195116 gara-gara-corona-50-juta-pekerja-sektor-pariwisata-di-dunia-terancam-phk-hTvlWhBm9z.jpg Hotel (Shutterstock)

JAKARTA - Sektor pariwsata menjadi salah satu sektor yang paling terdampak pandemi virus corona (covid-19). Bahkan ribuan pekerja dari seluruh dunia terpaksa harus dirumahkan akibat virus corona ini.

Menteri Pariwisata dan Ekoonomi Kreatif Wishnutama mengatakan, berdasarkan Dewan Perjalanan dan Pariwista Dunia (The World Travel and Tourism Council/WTTC) ada sekitar 50 juta pekerjaan di seluruh dunia dalam industri perjalanan dan pariwisata yang terancam PHK. Dari jumlah tersebut 30 juta pekerja diantaranya berada di kawasan Asia.

 Baca juga: Segera Dijalankan, Ini Fakta soal Kartu Pra-Kerja

"Hari-hari ini begitu banyak kekhawatiran karyawan dirumahkan atau di PHK karena omse turun atau usaha merugi," ujarnya dalam rapat kerja virtual dengan Komisi X, Senin (6/4/2020).

Sementara itu, berdasarakan data Organisasn Pariwsata Dunia (UNWTO) sektor pariwisata merupakan yang palin rentan terkena dampak virus corona. Mengingat hampir 50% diantarannya merupakan sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan ribuan

"Pariwisata adalah sektor yang rentan dan paling terpuruk sejauh ini," ucapnya.

 Baca juga: 700.000 Pekerja di AS Jadi Pengangguran

Selain sektor pariwisata, industri kreatif juga menjadi salah satu sektor yang paling besar terkena hantaman dari virus corona. Bahkan, industri ini diprediksi akan menjadi salah satu sektor yang proses recoverynya atau pemulihannya paling akhir diantara yang lainnya.

"Ekonomi kreatif merupakan yang paling terhantam (juga) khususnya pariwsata paling terhantam dari awal mungkin paling terburuk dan recoverynya paling akhri dan itu kenyataan yang paling berat bukan hanya di Indonesia tapi di seluruh negara," kata Wishnutama.

Oleh karena itu, lanjut Wishnutama, dirinya berharap agar wabah virus corona ini segera berkahir. Meskipun berdasarkan prediksi dari Tourism Economics, pemulihan total dari dampak virus corona ini akan berlangsung pada periode tahun 2022-2023.

"Saya yakin hal saya gatau kapan ini berakhir tapi kalau semua disiplin saya yakin kita dapat menekan angka penyebaran ini," kata Wishnutama.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini