nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Basuki Realokasi Rp24,53 Triliun untuk Tangani Covid-19

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 07 April 2020 18:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 04 07 20 2195666 menteri-basuki-realokasi-rp24-53-triliun-untuk-tangani-covid-19-wdU7HpWWhG.jpg Penanganan Virus Corona di Indonesia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan realokasi anggarannya sebesar Rp24,53 tirlun. Anggaran ini akan digunakan untuk penanganan virus corona.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, realokasi anggaran dilakukan ini sebagai tindaklanjut dari arahan Presiden Joko Widodo untuk penaganan virus corona (Covid-19). Jokowi meminta kepada seluruh Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah untuk mengalihkan anggaran yang tidak penting untuk penanganan virus corona.

"Kami ditugasi oleh Menteri Keuangan untuk merealokasi Rp24,53 triliun dari anggaran 2020 Kementerian PUPR yang sebesar Rp120 triliun. Rp24,53 triliun akan direalokasi untuk 3 prioritas," ujarnya dalam teleconfrence, Selasa (7/4/2020).

Baca Juga: Sri Mulyani Kaji Insentif Tambahan untuk UMKM di Luar KUR dan UMi

Basuki menambahkan, realokasi anggaran dari sejumlah program pada masing-masing Direktorat. Misalnya kegiatan non fisik yang masih bisa ditunda atau dihemat, agar ditunda tahun depan 

Selain itu, anggaran juga diambil untuk penghematan alokasi perjalanan dinas dan paket meeting sebesar 50% dari sisa anggaran yang belum terserap pada TA 2020. Lalu realokasi anggaran juga diambil dari pembatalan paket-paket kontraktual yang belum lelang, misalnya Bendungan.

Selanjutnya juga realokasi anggaran dilakukan dengan melakukan rekomposisi alokasi anggaran 2020 pada paket kebijakan tahun jamak (MYC). Selanjutnya, realokasi juga dulakukan dengan merubah paket-paket kebijakan SYC TA 2020 menjadi paket-paket tahun jamak (MYC), termasuk paket kontraktual di bawah Rp100 M.

"Kemudian penghematan anggaran dari pos-pos perjalanan dinas itu dipotong 50%, lalu membatalkan paket-paket kotraktual yang belum lelang, misalnya bendungan. Kemudian rekomposisi alokasi anggaran 2020 pada paket kegiatan tahun jamak," kata Basuki.

Nantinya anggaran tersebut akan digunakan untuk 3 hal proeritas. Pertama adalah untuk membantu sektor kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Kedua menyiapkan social safety net untuk masyarakat miskin. Ketiga adalah membantu industri konsumsi terutama UKM untuk mencegah terjadinya PHK dan tetap menjaga daya beli masyarakat di pedesaan.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini