nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cadangan Devisa Masih Cukup, BI Punya Garis Pertahanan Kedua Stabilkan Rupiah

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 07 April 2020 19:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 07 20 2195697 cadangan-devisa-masih-cukup-bi-punya-garis-pertahanan-kedua-stabilkan-rupiah-c9a0J5oWPs.jpeg Perry Warjiyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat penurunan cadangan devisa pada Maret 2020 hingga USD9,4 miliar. Pasalnya, hal ini untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah dan pembayaran utang pemerintah yang jatuh tempo.

Namun, selain cadangan devisa, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa pihaknya masih mempunyai pertahanan kedua atau seconline of defense. Di mana, untuk menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah.

 Baca juga: Cadangan Devisa USD121 Miliar Setara Pembiayaan 7 Bulan Impor, di Atas Standar Internasional

"Sebagaimana saya sampaikan meskipun cadangan devisa lebih dari cukup, tapi BI ada secondline of defense, incase kalau diperlukan," ujarnya dalam telekonferensi, Jakarta, Selasa (7/4/2020).

Dirinya menjabarkan bahwa BI mempunyai bilateral Swap dengan sejumlah bank sentral negara lain. Misalnya, Bank Sentral China sebesar USD30 miliar, Bank Sentral Jepang USD22,76 miliar, Bank Sentral Singapura sebesar USD7-10 miliar, dan Bank Sentral Korea Selatan sebesar USD10 miliar.

Baca juga: Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi USD121 Miliar di Tengah Covid-19

"Kami merasa lebih dari cukup Cadangan devisa, tapi kalau dibutuhkan kami ada secondline of defence. Bisa digunakan untuk jaga stabilitas rupiah kuta," ujarnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini