Stafsus Menteri BUMN Ungkap Sederet Kelebihan Alat Tes Covid-19 dari Swiss

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 08 April 2020 12:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 08 320 2196003 stafsus-menteri-bumn-ungkap-sederet-kelebihan-alat-tes-covid-19-dari-swiss-YjCYzcaqdK.jpg Virus Corona (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan alat tes pendeteksi virus corona yang diimpor dari Swiss sudah tiba di Indonesia.

Alat tes kilat virus corona ini sebanyak 20 alat terdiri dari 2 alat detektor RNA otomatis dan 18 buah lightcycler untuk detektor Polymerase Chain Reaction (PCR).

Banyak keunggulan dari alat tes ini yang membuat berbagai negara berebutan. Hal ini disampaikan Anggota Gugus Covid-19 yang juga sekaligus Stafsus Menteri BUMN Arya M Sinulingga dalam telekonferensi, Jakarta, Rabu (8/4/2020).

"Kita tahu juga kondisi yang ada saat ini memang semua negara berebutan semua negara berusaha mengambil karena hampir seluruh negara di dunia sudah terkena virus corona," katanya.

Menurut dia, dengan alat ini mampu menguji 10.000 orang per hari atau sekitar 300.000 orang per bulan dengan hasil yang akurat.

"Jadi dengan ini maka kita harapkan, bisa kalau setiap hari ada tes sampai 5.000 sampai 10.000. Maka itu kita akan bisa dalam sebulan akan mencapai hampir 300.000 orang yang dites," katanya.

Dia berharap adanya alat tersebut bisa mempercepat deteksi penderita virus corona atau Covid-19 yang selama ini masih terkendala. Di mana PCR tersebut sudah terinstal di salah satu rumah sakit di Jakarta.

"Sehingga ini bisa mengejar orang yang bisa dites dengan alat PCR. Kepastian bahwa orang tersebut terkena Covid-19 atau tidak bisa diketahui lebih cepat," kata dia.

Dia menambahkan, PCR tersebut didatangkan dari Swiss. Berdasarkan pada teknologi PCR, sistem ini memberikan kinerja yang terbukti dengan otomatisasi penuh, peningkatan efisiensi, waktu penyelesaian yang cepat. "Dan konektivitas trek lengkap yang divalidasi untuk pengujian molekuler," katanya.

Pihaknya juga akan menyebar alat tes tersebut ke seluruh Indonesia. Terutama daerah-daerah yang masuk dalam zona merah penyebaran virus corona.

"Seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali. Kemudian Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Papua," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini