nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kekhawatiran Investor pada Virus Corona Mereda, Bos BI Ungkap Buktinya

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 09 April 2020 17:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 04 09 20 2196814 kekhawatiran-investor-pada-virus-corona-mereda-bos-bi-ungkap-buktinya-1dMOLGEmLq.jpg Perry Warjiyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia optimis nilai tukar rupiah akan terus menguat meskipun pandemi virus corona masih terjadi. Hal ini menyusul mulai meredanya kekhawatiran investor terhadap pandemi virus corona di tanah air.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan saat ini, pelaku pasar keuangan dan para investor juga melihat bahwa tingkat kenaikan kasus positif Covid-19 di berbagai negara, termasuk di Italia, Amerika Serikat maupun Indonesia, berangsur-angsur mengalami penurunan.

 Baca juga: Terpukul Corona, Ekonomi RI Kuartal II Diprediksi Hanya Tumbuh 1,1%

Apalagi beberapa langkah yang dilakukan pemerintah dalam penanganan virus corona ini juga mendapatkan respon yang baik dari para investor. Asal tahu saja, pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untukd daerah-daerah yang menjadi episentrum virus corona.

"Termasuk di Indonesia bahwa penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang sudah ditetapkan Presiden Joko Widodo, diperkirakan akan juga membantu mengarahkan kepada penanganan atau penyebaran Covid-19," ujarnya dalam teleconfrence, Kamis (9/4/2020).

 Baca juga: 2,6 Juta Warga Jakarta Dapat Bantuan Sembako Minggu Ini

Menurut Perry, salah satu bukti meredannya kekhawatiran dari para investor adalah dengan berangsur menurunnya indeks volatilitas chicago board options exchange (CBOE) atau VIX. Padahal sebelumnya. angka indeks dari VIX ini mencacpai 18,8.

"Pada saat terjadi kepanikan di pasar keuangan global, di minggu ke-3 Maret tertinggi 82. Nah, kemudian dengan langkah kebijakan, baik pelonggaran The Fed, stimulus AS dan berbagai negara, VIX berangsur-angsur menurun," kata Perry.

Bukti lainnya, lanjut dia, saat ini pergerakan mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga mulai stabil dan bahkan cenderung menguat ke posisi Rp15.900 per USD. Meskipun masih udndervalue, namun pergerkana nilai tukar rupiah masih sesuai mekanisme pasar, baik dari sisi permintaan maupun pasokannya.

"Itu mengurangi kebutuhan BI untuk intervensi. Memang sekarnag masih kadang-kadang intervensi, jumlahnya relatif kecil, pergerakan lebih supply dan demand di pasar. Dalam konteks ini tentu saja kami ucapkan terima kasih kepada para pelaku pasar dan eksportir," kata Perry.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini