nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pandemi Covid-19 Gerogoti Usaha Jasa Pengendalian Hama

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 10 April 2020 19:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 04 10 320 2197197 pandemi-covid-19-gerogoti-usaha-jasa-pengendalian-hama-8D5WeVOJOU.jpg Virus Corona (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Sektor usaha hotel, restaurant dan cafe (Horeca) yang tersebar di seluruh Indonesia mengalami penurunan bahkan penutupan terimbas wabah virus corona atau Covid-19. Dangan tutupnya horeca, usaha lainnya pun terkena dampak ikutan, seperti usaha pengendalian hama.

Banyak horeca yang melakukan efisiensi sampai dengan penutupan usaha selama wabah terjadi, berdampak pada pengurangan ataupun pemberhentian kegiatan pengendalian hama.

Ketua Bidang Diklat Litbang Usaha Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (Aspphami)  Ida Rosyidah, mengatakan dengan pengurangan ataupun pemberhentian kegiatan pest control (pengendalian hama) akan menimbulkan lonjakan populasi hama seperti tikus, lipas/kecoa, nyamuk, semut dan serangga hama permukiman lainnya, sehingga dapat menimbulkan penyakit seperti DBD, Leptospirosis, Pes, Diare, Chikungunya dan kerugian lainnya.

“Kami sangat menyayangkan hal ini, karena pengendalian hama sama pentingnya dengan penanggulan covid 19, jadi sebaiknya tidak dikesampingkan karena dikhawatirkan populasi hama akan terus meningkat dan nantinya menjadi masalah baru,” ungkap Ida dalam keterangannya, Jumat (10/4/2020).

Menurutnya, pest control merupakan kegiatan yang wajib dilakukan dalam bangunan atau gedung, untuk memastikan kesehatan dan keandalan bangunan dan gedung tersebut.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri PUPR No. 24 tahun 2008 tentang Pedoman Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Gedung yang merupakan turunan dari Undang-Undang No. 28 tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung.

Sementara itu, Ketua Umum Aspphami  Boyke Arie Pahlevi mengakui jika usaha jasa pengendalian hama ikut terdampak wabah Covid 19 karena banyaknya industri horeca melakukan efisensi. Pihaknya berharap agar kegiatan pest control di industri hotel, restauran dan cafe dapat tetap berjalan agar tidak terjadi lonjakan populasi hama, walaupun dilakukan secara minimal dengan upaya pengendalian maksimal.

“Dampak perekonomiannya sudah besar, tapi jangan sampai nanti dampak kesehatannya menjadi lebih besar jika adanya penghentian pest control,” ungkap Boyke.

Boyke menuturkan, selama ini kegiatan pengendalian hama sudah dilakukan hampir disemua sektor swasta, karena berkaitan dengan regulasi yang mengharuskan dilakukannya pest control, disamping juga isu standardisasi, higienitas dan sanitasi.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini