nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jual Makanan Sisa Bisa Cuan? Begini Caranya

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 10 April 2020 18:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 04 10 320 2197327 jual-makanan-sisa-bisa-cuan-begini-caranya-ym7shh6ZXK.jpeg Ekonomi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Siapa yang menyangka jika makanan sisa yang ada di restoran ini bisa menghasilkan keuntungan yang luar biasa. Meskipun harga jualnya akan lebih murah jika dijual dengan harga yang normal.

CEO Surplus Indonesia Agung Saputra mengatakan, ada sekitar 1,3 miliar ton makanan yang terbuang di Indonesia setiap tahunnya. Khusus untuk Jakarta, ada sekitar 35% restoran yang ada di Ibu Kota membuang kelebihan makanannya 2 hingga 3 kilogram setiap harinya.

Menurut Agung, sangat amat disayangkan jika makanan ini harus dibuang. Sebab, makanan ini bisa digunakan untuk memberikan makan penduduk miskin di Indonesia.

Baca Juga: 1,3 Miliar Ton Makanan Terbuang Setiap Tahunnya di Indonesia 

Apalagi, dampak yang dirasakan juga bukan hanya pada masyarakat melainkan juga para pemilik resto. Sebab para pemilik resto ini juga akan mendapatkan uang berlebih.

"Untuk merchant menawarkan 4 keuntungan. Pertama pendapatan berlebih, pelanggan baru, mengurangi biaya pembuangan, green restoran ini menarik minat milenial. Untuk costumer ini mengajarkan untuk kita lebih aware terhadap lingkungan," ujarnya dalam telekonferensi, Jumat (10/4/2020).

Menurut Agung, memang harga yang dijual jauh lebih kecil.Sebab, restoran harus mendiskon 50% dari harga aslinya.

Namun menurutnya, alangkah lebih baik jika makanan tersebut bisa tetap dijual. Apalagi, pihak aplikasi juga hanya memotong sekitar 10% saja dari harga jual tersebut.

"Kita cuma mengambil 10% dari harga jual yang telah terdiskon 50% atau dengan kata lain hanya mengambil 5% dari harga asli produk tersebut. Tapi untuk sekarang kita punya program di mana dalam masa pandemi ini kita tidak mengambil keuntungan apapaun dari transaksi atau dengan kata lain 0%," ucapnya

"Kita juga ada di mana makanan berlebih dari merchant yang dijual bisa dibeli oleh user untuk dibagikan kepada para ojol sebagai garda terdepan di masa krisis covid-19 ini," kata Agung.

Sementara untuk kualitas makanan yang dijual, Agung memastikan akan tetap sehat dan layak makan. Sebab, makanan yang dijual masih fresh yang artinya belum tersentuh dan edible.

"Jadi sistemnya flash sale untuk food dan dijualnya sebelum toko tutup bukan setelah tutup toko. Jadi misal ada 5 roti yang belum terjual sampai jam 7 malam ini. Mereka mau tutup jam 9 malam. Dari pada rotinya dibuang di atas jam 9 malam lebih baik dijual setengah harga dari jam 7-8.45 malam," kata Agung.

Mengenai makanan yang dijual menurut Agung, semua jenis makanan bisa dijual dan dibeli. Termasuk juga jika ada costumer atau merchant yang menjual nasi ataupun lauk pauk yang khawatir tak habis termakan pada hari itu.

"Bisa untuk semua produk makanan. Namun memang yang diprioritaskan makanan yang berpotensi menjadi waste jika hari itu tidak terjual seperti nasi, roti, kue, salad, sup dan lain sebagainya," kata Agung

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini