nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jurus Menaker Tangkal PHK Massal akibat Pandemi Covid-19

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 10 April 2020 18:56 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 04 10 320 2197340 jurus-menaker-tangkal-phk-massal-akibat-pandemi-covid-19-VZmgEyZYlD.jpg PHK (foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan menyiapkan beberapa strategi untuk menghindari adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal karena terganggunya beberapa lini bisnis akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fuaziah mengatakan, terkait upaya menghindarkan PHK tersebut, pihaknya telah melakukan dialog dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dari berbagai sektor usaha. Selain itu, dirinya juga secara intens melakukan dialog dengan beberapa Serikat Pekerja (SP) terkait hal ini.

Dalam pertemuan tersebut, pihaknya memberikan gambaran tentang kondisi sulit akibat Covid-19. Sebab, seluruh sektor usaha ini sudah mulai tergerogoti oleh pandemi yang juga terjadi disleuruh dunia ini.

"Kemnaker juga memberikan pedoman mengenai perlindungan pekerja/buruh dan kelangsungan usaha dalam rangka pencegahan dan penanggulang Covid-19 melalui Surat Edaran (SE) Menaker No.M/3/HK.04/III/2020 tentang perlindungan pekerja/buruh dan kelangsungan usaha dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19, " ujarnya mengutip dari keterangan tertulis, Jumat (10/4/2020).

Baca Juga: Puncak PHK Massal Diprediksi Juni 

Langkah lainnya yakni melakukan kordinasi dengan Kadisnaker di provinsi seluruh Indonesia guna mengantisipasi dan mengatasi permasalahan ketenagakerjaan di daerah.

Di antaranya dengan memberikan arahan dan pedoman baik secara lisan melalui dialog jarak jauh (teleconference) maupun lewat SE darn berkordinasi terkait pendataan dan pemantauan perusahaan yang merumahkan pekerja/buruh atau melakukan PHK.

"Kami juga melakukan percepatan pelaksanaan Kartu Prakerja dengan sasaran pekerja/buruh yang ter-PHK dan pekerja/buruh yang dirumahkan baik formal maupun informal, " kata Ida.

Selain itu, Menaker Ida mengatakan langkah lainnya yakni memberikan bantuan lewat beberapa program. Misalnya program padat karya maupun bantuan kartu pra erja yang akan dilaunching esok hari

"Program padat karya infrastruktur sanitasi lingkungan, padat karya produktif, kewirausahaan dan program tenaga kerja mandiri (TKM)," ucapnya.

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan per 7 April 2020, ada sekitar 39.977 perusahaan di sektor formal yang harus merumahkan para pekerjannya akibat virus corona. Dari jumlah tersebut, ada sekitar 1.010.579 pekerja atau buruh atau tenaga kerja yang kena PHK akibat corona.

Adapun rinciannya adalah pekerja formal dirumahkan sebanyak 873.090 pekerja atau buruh dari 17.224 perusahaan. Lalu ada yang di-PHK sebanyak 137.489 pekerja atu buruh dari 22.753 perusahaan.

Sementara jumlah perusahaan dan tenaga kerja terdampak di sektor informal sebanyak 34.453 perusahaan. Sedangkan jumlah pekerjannya yang terdampak ada sebanyak sebanyak 189.452 orang.

Sehingga total jumlah perusahaan yang merumahkan pekerja dan PHK sebanyak 74.430 perusahaan. Angka tersebut melibatkan 1.200.031 pekerja.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini