180 Hotel di Jawa Timur Tutup Dampak Covid-19

Avirista Midaada, Jurnalis · Selasa 14 April 2020 12:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 14 470 2198894 180-hotel-di-jawa-timur-tutup-dampak-covid-19-2VpAwBN4fj.jpg Hotel (Foto: Shutterstock)

MALANG - Merebaknya virus corona atau Covid-19 membuat sektor perhotelan dan restoran di Jawa Timur merana. Banyak hotel yang memilih menutup operasional dan merumahkan pekerjanya daripada menanggung rugi biaya operasional.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur Dwi Cahyono mengatakan, berdasarkan data yang diperolehnya hingga pekan kemarin sudah lebih dari 180 hotel di Jawa Timur yang tutup.

"Ada 180 lebih hotel di Jawa Timur yang tutup. Ini sampai pekan kemarin, belum yang pekan ini saya belum terima datanya," ungkap Dwi Cahyono saat dihubungi Okezone, Selasa (14/4/2020).

Baca Juga: 1.500 Hotel di Indonesia Tutup Gara-Gara Corona

Dari 180 hotel yang telah berhenti beroperasi lanjut Dwi Cahyono, hampir merata di beberapa bintang, mulai hotel non bintang dan bintang 2, 3, dan 4.

"Ya merata seluruh hotel di Jawa Timur, baik non bintang maupun yang bintang rata-rata bintang 2, 3, dan 4," ujarnya kembali.

Baca Juga: Sudah 879 Hotel di Bali Tutup Akibat Corona COVID-19

Dwi Cahyono menambahkan, setidaknya ada 7.000 lebih pegawai yang terdampak penutupan 180 hotel lebih di seluruh Jawa Timur.

"Lebih dari 7.000 pekerja yang dari hotel tutup itu. Tapi secara keseluruhan di hotel dan restoran ada 15.000 pekerja yang dirumahkan. Itu juga dari hotel dan restoran yang mengurangi karyawan hampir separuhnya meski tetap beroperasi," jelasnya.

Tindakan menutup hotel dan merumahkan sebagian besar pekerjanya bagi yang masih beroperasi dirasa Dwi cukup realistis untuk menekan beban operasional di tengah tidak adanya okupansi tamu.

"Biasanya okupansi di angka 60% dari dari 100 kamar, jadi ya terisi sekitar 50 - 60, sekarang tinggal 5%.. Jadi kehilangan yang 50% itu makanya lebih baik tutup, daripada 5% itu (okupansi hotel) operasionalnya tambah tinggi," tuturnya.

Namun telah merumahkan hampir 15.000 pekerja hotel dan restoran di Jawa Timur, pihak PHRI tetap meminta para pengusaha memberikan gaji pokok karyawan.

"Kita upayakan bisa mendapatkan gaji pokoknya, ya 50% itu. Kita berikan THR (Tunjangan Hari Raya) harus kita berikan. Itu yang saya sosialisasikan terus," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini