Ekonomi China Kuartal I-2020 Minus 6,8%, Pertama Sejak 1992

Minggu 19 April 2020 17:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 19 20 2201607 ekonomi-china-kuartal-i-2020-minus-6-8-pertama-sejak-1992-0XQURvznfq.jpg China (Reuters)

JAKARTA - Ekonomi China untuk pertama kalinya mengalami kontraksi terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Virus Corona atau Covid-19 memaksa penyusutan pertumbuhan ekonomi China Kuartal I-2020 mencapai minus 6,8%.

Mengutip BBC, Jakarta, Minggu (19/4/2020), pukulan virus corona terhadap ekonomi China ini akan menjadi perhatian besar bagi negara-negara lain.

 Baca juga: China Kembangkan Mata Uang Digital, Penampakannya Bocor ke Publik

China merupakan kekuatan ekonomi dunia karena perannya sebagai konsumen utama serta penghasil barang dan jasa.

Penyusutan ekonomi China pada kuartal pertama 2020 ini merupakan penyusutan pertama sejak tahun 1992.

 Baca juga: Pusat Bisnis Kembali Buka, IMF Ramal Ekonomi China Tumbuh 1,2%

"Kontraksi PDB pada Januari-Maret ini akan diterjemahkan menjadi kerugian pendapatan permanen, tercermin dalam kebangkrutan perusahaan kecil dan warga yang kehilangan pekerjaan," kata Yue Su di Economist Intelligence Unit.

Tahun lalu, ketika China terkunci dalam perang dagang dengan AS, China memiliki pertumbuhan ekonomi yang sehat sebesar 6,4% pada kuartal pertama.

Dalam dua dekade terakhir, China telah membukukan pertumbuhan ekonomi rata-rata sekitar 9% per tahun, meskipun para ahli secara teratur mempertanyakan keakuratan data ekonominya.

 Baca juga: AS-China Berencana Membahas Perjanjian Kerjasama Lanjutan Sikapi Covid-19

Perekonomiannya terhenti selama tiga bulan pertama tahun ini karena lockdown alias penutupan besar-besaran dan karantina untuk mencegah penyebaran virus corona pada akhir Januari.

Akibatnya, para ekonom memperkirakan angka yang suram. Sementara data resmi sedikit lebih buruk dari yang diharapkan.

Berikut sejumlah data kunci lainnya yang dirilis dalam laporan Jumat:

- Output pabrik turun 1,1% untuk bulan Maret karena China perlahan mulai memproduksi lagi

- Penjualan ritel anjlok 15,8% bulan lalu karena banyak pembeli yang tinggal di rumah

- Pengangguran mencapai 5,9% pada bulan Maret, sedikit lebih baik dari data tertinggi sepanjang Februari yang mencapai 6,2%.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini