Terdampak Virus Corona, Banyak UMKM Masuk Kategori Miskin Baru

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 21 April 2020 17:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 21 320 2202694 terdampak-virus-corona-banyak-umkm-masuk-kategori-miskin-baru-ZuxEIkqls2.jpg Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. (Foto: Okezone.com/Kemenkop)

JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengakui adanya UMKM yang tidak bisa diselamatkan usahanya karena terkena dampak pandemi virus corona atau Covid-19. UMKM ini pun masuk kategori miskin baru.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah usaha mikro 62.106.900, usaha kecil 757.090, usaha menengah 58.627 dan usaha besar berjumlah 5.460 unit. Dari jumlah tersebut 98% usaha pada level mikro atau sekitar 63 juta terkena dampak.

Nah meraka paling terdampak. Jadi kami bisa membuat kategori, ada UMKM yang tidak bisa diselessaikan mekanisme ekonominya, bahkan digolongkan miskin baru. UMKM ini kita dorong masuk di program jaminan sosial termasuk dua program yang sekarang jadi sosial safety net, kartu pra-kerja dan dana desa," ujar Teten, dalam telekonferensi, Selasa (21/4/2020).

Baca Juga: Menkop Teten Upayakan UMKM Terintegrasi dengan BUMN

Namun, kata Teten, saat ini pihaknya sedang melengkapi data-data kelompok UMKM mana saja yang masuk dalam perluasan program jaminan sosial.

Kemudian untuk UMKM yang masih ada peluang usaha atau jualan, didorong supaya mendapat stimulua ekonomi berupa relaksasi pembiayaan dan kredit.

"Ini bukan saja untuk debitur penerima KUR atau dana bergulir. Tapi juga mencakup debitur koperasi simpan pinjam di BPR dan BPRS. KUR sudah ada skema lebih jelas bagaimana mekanisme KUR seperti apa dan untuk mempercepat penyaluran KUR lebih luas dan tidak hanya lewat Bank Himbara tapi juga dari koperasi," ujarnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini