nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pembangunan RS Rujukan Penanganan Covid-19 di Yogyakarta Beres Akhir Mei 2020

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 27 April 2020 12:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 04 27 470 2205458 pembangunan-rs-rujukan-penanganan-covid-19-di-yogyakarta-beres-akhir-mei-2020-dfhDaIVZBn.jpg RS Akademi UGM Jadi RS Rujukan Covid-19. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menargetkan penyelesaian pembangunan Rumah Sakit (RS) Akademi Universitas Gajah Mada (UGM) sebagai RS rujukan penanganan Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta, rampung akhir Mei 2020.

Pembangunan tidak butuh waktu lama, karena memang RS ini sudah dibangun sejak 2010 namun terhenti dengan progres saat itu 75%. Nantinya RS ini akan memiliki kapasitas 107 tempat tidur untuk rawat inap, ruang tindakan dan ruang isolasi.

"Berdasarkan hasil penilaian teknis Balitbang PUPR, secara struktur gedung RS masih baik dan bisa dipakai. Target selesai adalah pada minggu ke-4 Mei 2020. RS tersebut terdiri dari dua gedung masing-masing terdiri dari lima lantai dengan luas seluruhnya sekitar 8.600 m2," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Senin (27/4/2020).

Baca Juga: Menteri Basuki Siapkan Rp1,8 Triliun Jadikan RS Akademi UGM untuk Tangani Covid-19

Pembangunan lanjutan RS Akademi UGM dilakukan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Ditjen Cipta Karya dengan kontraktor PT Adhi Karya. Pekerjaan perbaikan struktur berupa pekerjaan screed beton (lapisan halus di atas beton/plester), perkuatan baja, dan perbaikan membran.

Adapun progres pekerjaan screed beton dan perbaikan membran pada Gedung A Yudhistira saat ini sudah 100%, sedangkan untuk perkuatan baja masih 10% dengan target selesai 29 Mei 2020.

Sebelumnya melalui refocusing kegiatan, Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan Fasilitas Penampungan/Observasi/Karantina di Pulau Galang, Kota Batam dan renovasi/rehabilitasi RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran. Refocusing juga dilakukan dengan memprioritaskan dan mempercepat realisasi Program Padat Karya Tunai/Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM).

Dalam refocussing kegiatan untuk mitigasi dampak Covid-19, Kementerian PUPR juga melaksanakan pembelian resin produksi Perhutani sebesar 800 ton untuk pengecatan marka jalan, pembelian karet langsung dari petani sebagai bahan campuran aspal karet di sejumlah wilayah produsen karet, seperti Lampung, Sumsel, Jambi, Kaltim, Kalsel dan Kalbar.

Selain itu juga dengan stimulus fiskal di sektor perumahan, juga terdapat Subsidi Perumahan berupa Subsidi Selisih Bunga dan Bantuan Uang Muka dengan target sasaran 175.000 unit sebesar Rp. 1,5 triliun.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini