Bos OJK: Ekonomi Seluruh Dunia Pasti Turun

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 05 Mei 2020 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 05 320 2209566 bos-ojk-ekonomi-seluruh-dunia-pasti-turun-94Z34Kaorl.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengaku sudah mengetahui jika pertumbuhan ekonomi Indonesia akan anjlok pada kuartal I pertama tahun ini. Mengingat hampir semua sektor terkena dampak dari pandemi virus corona.

Bahkan menurut Wimboh, hampir semua negara di dunia ini mengalami hal yang sama. Bahkan negara maju seperti Amerika Serikat hingga China pun terkena dampak penurunan ekonomi akibat virus corona ini.

Baca Juga: Ekonomi Hanya Tumbuh 2,97%, OJK: Fokusnya Bersama-sama Atasi Covid-19

Berdasarkan data BPS, ekonomi China yang merupakan negara tujuan utama ekspor RI pada triwulan I 2020 terkontraksi menjadi minus 6,8%. Kemudian ekonomi AS pada kuartal I 2019 masih tumbuh 2,7% namun pada kuartal I 2020 hanya tumbuh 0,3%.

Sementara Singapura justru lebih parah dikarenakan ekonominya mengalami minus 2,2%. Lalu ada juga negara-negara Uni Eropa yang secara keseluruhan ekonominya mengalami negatif 2,7%.

Baca Juga: Ekonomi Cuma Tumbuh 2,97%, Bos OJK: Yang Perlu Dipikirkan Bagaimana Masyarakat Bisa Makan

Bahkan Hong Kong, jatuh lebih dalam lagi karena ekonominya mengalami minus 8,9%. Hal ini imbas dari pandemi virus corona yang terjadi serta aksi demonstrasi yang terjadi di negara tersebut.

Tak hanya itu, Korea Selatan juga kini ekonominya hanya tumbuh 1,3% dari kuartal sebelumnya yang berhasil tumbuh 2,3%. Lalu ada juga Vietnam yang anjlok 3% dari 6,8% di kuartal IV-2019 menjadi 3,8% di kuartal I-2020.

"PDB pasti turun seluruh dunia pasti turun tapi ada beberapa negara yang dalam betul," ujarnya dalam diskusi OJK dengan MNC Media Group secara daring, Selasa (5/5/2020).

Menurut Wimboh, yang terpenting saat ini adalah bagaimana menyelesaikan virus ini sesegera mungkin, sehingga, dampaknya pada perekonomian tidak jatuh lebih dalam lagi.

"Saya lebih penting bagaiamana ini bisa supaya kita dampak di sektor keuangan tidak terlalu dalam. Bagaimana penanganan covid ini bisa kita selesaikan. Kalau sudah baru kita genjot, Kami yakin baik tinggal kapan," kata Wimboh

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2020 sebesar 2,97% atau tumbuh melambat dibandingkan dengan periode sama tahun lalu (year on year/yoy) sebesar 5,07%. Angka ini turun 2,41% dari triwulan IV-2019 (quartal to quartal/QtQ)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini