Share

2.900 Pelanggan Keluhkan Melonjaknya Tagihan Listrik

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 06 Mei 2020 15:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 06 320 2210150 2-900-pelanggan-keluhkan-melonjaknya-tagihan-listrik-9WJip3kaG1.jpg Penjelasan PLN Soal Kenaikan Tagihan Listrik. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya mencatat telah menerima banyak keluhan terkait melonjaknya tarif listrik dari pelanggan. Hal itu seiring adanya kebijakan pembatasan sosial akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

General Manajer PLN UID Jakarta Raya Ikhsan Asaad mengungkapkan, ada 2.900 keluhan kenaikan tagihan tarif listrik yang telah masuk ke perusahaannya sejak adanya pembatasan sosial dan work from home (WFH) atau kerja dari rumah.

Menurut dia, 94% pengaduan memang benar disebabkan oleh meningkatnya penggunaan tarif listrik selama WFH. Sedangkan 6% karena diakuinya ada kesalahan pencatatan administrasi.

Baca Juga: Cara Dapatkan Token Listrik Gratis dari PLN

"Jadi ada 2.200 sudah diselesaikan, di mana dari 94% itu ternyata angkanya sesuai pemakaian. Dan 6% memang yang harus dikoreksi," ujar dia saat telekonferensi, Rabu (6/5/2020).

Dia mengakui 6% tersebut memang disebabkan adanya kesalahan administrasi. Contohnya rumah-rumah yang telah lama ditinggalkan tetap tertagih dengan tagihan rata-rata tiga bulan terkahir sebelum WFH.

"Pasalnya saat orang datang mungkin rumah terkunci, kosong, bayar Rp1 juta karena diambil datanya rata-rata tiga bulan. Di mana sisanya akan kita komunikasikan, selesiakan semua," ungkap dia.

Dia menambahkan, pihaknya melakukan pendataan menggunakan perhitungan rata-rata pemakaian tiga bulan terakhir. Hal itu dikarenakan tidak bisanya petugas pengecekan datang saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Maka dia membuka ruang masyarakat untuk mengajukan pengaduan. Kalau tak puas akan kita datangi, ini upaya kami bagaimana supaya pelanggan memahami kondisi ini," tandas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini