Tagihan Listrik Turun? Ternyata Begini Hitung-hitungannya

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 07 Mei 2020 19:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 07 320 2210424 tagihan-listrik-turun-ternyata-begini-hitung-hitungannya-wDoMj5cDJS.jpg Tagihan Listrik (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna mencegah penyebaran pandemi virus corona atau Covid-19 membuat penggunaan listrik meningkat. Hal ini berdampak pada tagihan listrik yang juga membengkak.

Hal ini membuat masyarakat mengeluhkan kepada PT PLN (Persero). Lalu adakah tagihan listrik yang turun selama PSBB?

Baca Juga: Cara Dapatkan Token Listrik Gratis dari PLN

PLN memberikan simulasi perhitungan tagihan listrik yang turun. Sama seperti tagihan listrik yang naik, PLN menghitung pemakaian listrik dalam tiga bulan terakhir yakni Desember 2019, Januari 2020 dan Februari 2020.

Pada tiga bulan terakhir tersebut, penggunaan listrik mencapai 100 kWh, dengan demikian rata-rata tagihan rekening listik sebesar 100 kWh.

"Kelebihan tagih pada saat menggunakan rata-rata 3 bulan terakhir akan dikurangkan pada saat pencatatan meter secara riil oleh petugas atau lapor mandiri pelanggan melalui WA," tulis PLN seperti dikutip Okezone melalui data infografis PLN, Jakarta, Kamis (7/5/2020).

Baca Juga: Cara Akali Tagihan Listrik PLN Agar Tidak Membengkak

Kemudian pada Maret, penggunaan listrik turun menjadi 70 kWh karena PSBB 2 minggu, sehingga rekening tagihan listrik April menggunakan rata-rata 100 kWh, dengan lebih tertagih 30 kWh.

Sedangkan penggunaan listrik pada April meningkat menjadi 90 kWh selama PSBB 1 bulan. Rekening Mei hasil pencatatan meter petugas atau lapor mandiri sebesar 90-30 = 60 kWh. Rekening Mei yang ditagihkan sebesar 60 kWh.

 Simulasi

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini