nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selama Pandemi, Dana Traveling Bisa Dialihkan untuk Investasi Properti

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 15 Mei 2020 18:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 05 15 470 2214724 selama-pandemi-dana-traveling-bisa-dialihkan-untuk-investasi-properti-uHeGj4S1Lq.jpg Properti Sektor Menarik di Tengah Pandemi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Properti diprediksi masih menjadi sektor yang akan tumbuh di masa pandemi virus corona atau Covid. Hal ini didasari pada tren kebutuhan perumahan masyarakat yang terus meningkat.

Meskipun demikian, pertumbuhan sektor properti akan dibarengi dengan pengetatan persyaratan dari perbankan.

Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) Lukas Bong mengatakan, saat ini harga properti sudah tak lagi memberatkan. Sehingga sangat layak bagi masyarakat untuk mulai membeli properti.

’’Harga properti sedang murah sekarang. Ini peluang bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian atau ingin investasi,” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/5/2020).

Baca Juga: BI: Penjualan Properti Turun hingga 43,19%

Sektor properti akan menjadi sektor menjanjikan dari segi ekonomi saat pandemi Covid-19 hingga berlalu. Untuk itu, saat ini menjadi momentum yang tepat bagi kalangan milenial untuk memiliki hunian. Kebiasaan traveling kalangan milenial bisa dialihkan untuk investasi ke properti.

’’Sekarang banyak pengembang yang menjual properti dengan paket penawaran yang menarik. Ini saatnya bagi milenial yang memiliki tabungan atau yang mampu menyicil,’’ paparnya. 

Baca Juga: Waskita Karya Siapkan Tower 6 Wisma Atlet untuk Penanganan Covid-19

Sementara itu, Pengamat Perbankan Paul Sutaryono menilai, pada masa pandemik seperti ini memang sektor properti masih tergolong sangat baik. Selain itu investasi properti terbilang paling aman.

’’Tentu saja properti masih untuk jangka menengah dan panjang,’’paparnya.

Namun, dalam jangka menengah dan jangka panjang sektor ini tetap paling prospektif khususnya hunian tingkat menengah atas yang diperkirakan akan menolong pertumbuhan sektor properti.

Ditambah restrukturisasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan rencana pemberian subsidi bunga oleh pemerintah diharapkan dapat membantu dalam mendorong KPR.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini