Bangun Jalan Tol Layang Pertama di Makassar, Menteri Basuki: Mengurangi Kemacetan

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 17 Mei 2020 11:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 17 470 2215379 bangun-jalan-tol-layang-pertama-di-makassar-menteri-basuki-mengurangi-kemacetan-LnuYDrLwA5.jpg Jalan Tol (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar kegiatan seremonial penyelesaian span terakhir pekerjaan erection box girder proyek jalan Tol Layang AP Pettarani Makassar.

Baca Juga: Menteri Basuki: Pembangunan Tol Pettarani Harus Dikerjakan Siang Malam!

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebut pembangunan jalan tol layang AP Pettarani sepanjang 4,3 kilometer (km) ini sangat ditunggu oleh masyarakat. Pasalnya akan memperlancar mobilitas orang, barang, dan jasa yang menghubungkan pusat Kota Makassar dengan Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar New Port dan Bandara Sultan Hassanudin.

"Kehadiran Tol AP Pettarani sebagai tol layang pertama di Pulau Sulawesi ini juga akan mengurangi kemacetan yang terjadi di Jalan AP Pettarani Makassar," ujar dia pada telekonfrensi, Minggu (17/5/2020)

Baca Juga: Keren! Tol Dalam Kota Makassar Bakal Dimulai Awal 2018

Melalui investasi pengusahaan jalan tol Ujung Pandang oleh PT Bosowa MargaNusantara, konstruksi jalan dibangun di atas Jalan Nasional AP Pettarani yang tidak memerlukan pembebasan lahan sehingga bisa diselesaikan secara lebih cepat dengan progress saat ini mencapai 83%.

"Saya berharap, konstruksi dapat selesai tepat waktu dan dioperasikan pada Bulan September 2020," ungkap dia.

Dia menjelaskan sebagai Tol Layang pertama di Pulau Sulawesi, jalan tol layang AP Pettarani harus memperhatikan aspek arsitektur bangunannya sehingga bisa menjadi ikon baru di wilayah Kota Makassar.

"Saya ingin memberikan apresiasi kepada kontraktor yang dalam pelaksanaan erection segmental Box Girder menggunakan Metode Span by Span dengan Launching Gantry sehingga mempercepat pelaksanaan konstruksi, meminimalkan gangguan pada lalu-lintas jalan arteri eksisting, serta meningkatkan mutu pelaksanaan konstruksi," jelasnya

Jalan Tol ini juga telah menerapkan keamanan konstruki yang tinggi dengan menggunakan Lead Rubber Bearing (LRB) dan Modular Expansion Joint yang dapat mengakomodasi gempa dengan periode ulang 1.000 tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini