Dahlan Ingatkan BUMN Tak Bersaing untuk Bisnis, Rakyat Bisa Jadi Korban

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 18 Mei 2020 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 18 320 2215944 dahlan-ingatkan-bumn-tak-bersaing-untuk-bisnis-rakyat-bisa-jadi-korban-xlvjBpEF03.jpg Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan tidak setuju apabila BUMN terlalu mendominasi dalam segala aspek ekonomi di Indonesia. Sebab, bila BUMN terlalu dominan maka rakyat bisa menjadi korban.

"Presiden waktu itu, salah mengangkat saya menjadi Menteri BUMN. Sebab pada dasarnya saya kurang setuju BUMN itu terlalu dominan. Negara itu kan didirikan untuk menyejahterakan rakyat, bukan untuk berbisnis," ujar dia dalam diskusi virtual LP3ES, Jakarta, Senin (18/5/2020).

Baca Juga: Dahlan Iskan Merasa Gagal Jadi Menteri BUMN

Menurut Dahlan, seharusnya rakyat diberi kesempatan untuk menjalankan bisnis sehingga negara tak perlu bersaing dalam mencari keuntungan.

"Jadi yang berbisnis itu seharusnya rakyatnya, bukan negara. Malah kok rakyatnya yang mau sejahtera lewat bisnis disaingi oleh negara, pasti rakyatnya kalah," ungkap dia.

Baca Juga: Dahlan Iskan Beberkan, BUMN Bisa Selamatkan Ekonomi dari Covid-19

Kegelisahan ini, kata Dahlan, sudah pernah disampaikan pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun Presiden menyebut, BUMN merupakan salah satu aset peninggalan Belanda yang harus diteruskan.

"Akhirnya saya memiliki misi memperbaiki kinerja BUMN dan menjadikan BUMN melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan demikian rakyat tetap bisa berperan dalam menjaga keberlangsungan BUMN," tandas dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini