nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sampoerna Raup Laba Bersih Rp3,32 Triliun di Tengah Covid-19

Wilda Fajriah, Jurnalis · Selasa 19 Mei 2020 10:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 05 19 278 2216321 sampoerna-raup-laba-bersih-rp3-32-triliun-di-tengah-covid-19-V2uZYXbuTB.jpg Uang Rupiah (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mencatat laba bersih kuartal I tahun 2020 Rp3,32 triliun. Laba bersih ini meningkat 1,1% dibandingkan periode yang saham tahun lalu.

Kenaikan laba bersih ini disebabkan beban biaya operasional yang tidak memberatkan. Sementara itu, pendapatan Perseroan mengalami sedikit penurunan sebesar 0,5% menjadi Rp 23,7 triliun dikarenakan penurunan volume penjualan rokok, yang diimbangi sebagian oleh kenaikan harga.

Baca Juga: Pegawai Terpapar Covid-19, Sampoerna Juga Karantina Produk Rokoknya

Di kuartal pertama tahun 2020, pangsa pasar dan volume Sampoerna mengalami penurunan menjadi 30,3% dan 20,4 miliar unit. Hal ini terutama disebabkan oleh merek Dji Sam Soe Magnum Mild, yang mencerminkan bahwa perokok dewasa lebih memilih untuk membeli merek-merek dengan harga sangat rendah dikarenakan selisih harga yang melebar; penurunan tersebut diimbangi sebagian oleh peningkatan pangsa pasar merek Sampoerna A yang menunjukkan berkurangnya selisih harga dengan merek-merek pesaing yang memiliki harga menengah dan rendah.

“Tahun 2020 akan menjadi tahun yang penuh tantangan bagi industri tembakau karena perekonomian telah menerima pukulan keras dengan adanya pandemi Covid-19. Selain itu, merek-merek kami juga terimbas dengan adanya kenaikan tarif cukai eksesif dengan rata-rata tertimbang sebesar 24%, serta kenaikan harga jual eceran eksesif dengan rata-rata tertimbang sebesar 46%.” kata Presiden Direktur Sampoerna Mindaugas Trumpaitis dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (19/5/2020).

Baca Juga: Pabrik Sampoerna Ditutup Imbas Terpapar Corona, Bagaimana Gaji Karyawan?

Meskipun demikian, Perseroan menghargai beberapa relaksasi yang diberikan oleh Kementerian Keuangan, termasuk perpanjangan waktu pembayaran cukai dari 60 hari menjadi 90 hari sejak waktu pemesanan.

"Kemudahan tersebut memberi kami kemampuan untuk mengalokasikan dan mengelola sejumlah dana untuk meningkatkan protokol kesehatan dan keselamatan pada aktivitas bisnis kami," kata Trumpaitis.

Sementara itu, untuk tahun 2019, Sampoerna membukukan pendapatan bersih sebesar Rp106,1 triliun dan laba bersih sebesar Rp13,7 triliun.

Profitabilitas bertumbuh karena didukung oleh optimalisasi biaya, sehingga menghasilkan margin laba kotor yang lebih baik. Sampoerna mencatatkan 32,2% pangsa pasar dan volume penjualan tahunan sebesar 98,5 miliar unit.

Volume penjualan mengalami penurunan sebesar 2,9%, disebabkan oleh merek Sampoerna A yang berada di bawah tekanan dari selisih harga yang lebih lebar dengan segmen rokok harga rendah.

Sampoerna memiliki 29,6% pangsa pasar di segmen sigaret kretek mesin, 57,2% pangsa pasar di segmen rokok putih, dan 36,3% pangsa pasar di segmen sigaret kretek tangan. Perseroan mengumumkan dividen sebesar Rp 119,8 per saham untuk tahun 2019.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini