nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Trump Gelontorkan Rp12 Triliun untuk Produksi Obat Covid-19

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 20 Mei 2020 10:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 20 20 2216890 trump-gelontorkan-rp12-triliun-untuk-produksi-obat-covid-19-END76PMHII.jpg Presiden AS Donald Trump (Foto: AP)

JAKARTA - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggelontorkan dana senilai $812 juta atau sekira Rp12 triliun (kurs Rp14.810 per USD) untuk memproduksi obat-obatan dan bahan obat untuk mengatasi Covid-19 di Amerika.

Penggelontoran dana ini untuk kontrak dengan perusahaan baru asli AS untuk memproduksi obat Covid-19. Tujuannya untuk mengakhiri ketergantungan obat dan bahan obat kepada negara lain.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (20/5/2020), Pandemi virus corona mengekspos ketergantungan industri obat Amerika kepada pasokan dari China dan India.

mencari obat Covid-19

"Sudah terlalu lama, kami mengandalkan manufaktur asing untuk memasok bahan obat-obatan kami yang paling penting dan bahan-bahan farmasi. Ini menempatkan kesehatan, keselamatan, dan keamanan nasional Amerika pada risiko yang serius," ujar Direktur Kantor Gedung Putih di Bidang Kebijakan Perdagangan dan Manufaktur, Peter Navarro.

Navarro selama berbulan-bulan telah menyarankan Presiden Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang mewajibkan agen-agen federal untuk membeli pasokan medis dan obat-obatan buatan AS sendiri.

Sementara itu Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS mengatakan, mereka telah memberikan kontrak empat tahun senilai $354 juta atau sekira Rp5,3 triliun kepada perusahaan obat Phlow Corp untuk membuat obat Covid-19, obat esensial lainnya, dan bahan-bahan obat.

Kontrak ini untuk membuat obat generik Covid-19, bukan vaksin. Nilai kontrak ini bisa diperpanjang hingga 10 tahun dengan nilai sekira Rp12 triliun.

Phlow yang didirikan pada Januari menjelaskan, kontrak itu akan membantunya berkontribusi pada persediaan bahan farmasi nasional untuk obat-obatan esensial.

Phlow dijalankan oleh Eric Edwards, yang sebelumnya mendirikan perusahaan obat Kaleo Pharmaceuticals bersama saudara kembarnya.

 Baca juga: Trump Tunjuk Ilmuwan Muslim Pimpin Program Pembuatan Vaksin COVID-19 AS

Edwards mengatakan, Phlow awalnya menghubungi Departemen Kesehatan AS November lalu, untuk memberi tahu bahwa mereka sedang bekerja untuk membangun perusahaan untuk memproduksi obat-obatan AS.

Setelah Covid-19 melanda, Edwards mengatakan, Phlow fokus pada obat-obatan untuk virus corona. Phlow juga menghubungi kantor Navarro dan lembaga pemerintah.

"Kami mengatakan kepada pemerintah, 'Kalian memiliki masalah.' Rantai pasokan sudah rentan, dengan semua kekurangan obat ini sebelum Covid-19," kata Edwards.

 Baca juga: Trump Ingin Buka Kembali Ekonomi AS dengan Vaksin atau Tanpa Vaksin

Akhirnya Phlow mengajukan proposal untuk membuat obat dalam menanggapi permintaan terbuka dari Biomedis Advanced Research and Development Authority, salah satu lembaga HHS yang mengawasi vaksin Covid-19 dan pengembangan obat.

Phlow selama ini sudah membuat bahan-bahan farmasi untuk mengobati pasien Covid-19, termasuk obat-obatan untuk mengatasi rasa sakit, sedasi untuk ventilator, dukungan tekanan darah untuk pasien kritis, dan antibiotik.

Menurut situs web Phlow, semua produk farmasi akan dibuat di Amerika Serikat. Phlow mengatakan, pihaknya sedang bekerja untuk membangun kemampuan manufaktur yang lebih maju di Virginia, serta fasilitas manufaktur steril untuk injeksi.

Phlow juga telah bermitra dengan produsen obat generik Civica Rx, perusahaan kimia Ampac Fine Chemicals, dan Virginia Commonwealth University's Medicines for All Institute.

Phlow telah mengirimkan lebih dari 1,6 juta dosis lima obat generik esensial untuk mengobati pasien Covid-19 ke Stok Nasional Strategis AS.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini