nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gandeng Kemenlu, BI Perkuat Kerja Sama Internasional dengan Diplomasi Ekonomi

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 20 Mei 2020 18:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 05 20 20 2217118 gandeng-kemenlu-bi-perkuat-kerja-sama-internasional-dengan-diplomasi-ekonomi-9jqSf5jXDU.jpg BI Kerjasama dengan Kemenlu. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Luar Negeri RI memperkuat kerjasama di bidang diplomasi ekonomi di tengah perkembangan isu dan kerjasama internasional yang semakin dinamis, termasuk tantangan ekonomi yang bersumber dari pandemi Covid-19.

Kerjasama ini bertujuan guna meningkatkan peran dan memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional. Komitmen tersebut dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (NK) oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno L.P. Marsudi, yang berlaku mulai tanggal 19 Mei 2020.

Baca Juga: Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional, Ini 4 Jurus BI

Nota Kesepahaman ini berlaku selama 3 tahun dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan kedua belah pihak. Kesepakatan ini memperkuat kerjasama sebelumnya pada 2017.

“Peningkatan peran dan penguatan posisi Indonesia dalam kerjasama internasional melalui jalur diplomasi ekonomi yang efektif akan mendukung terjaganya kepentingan nasional dan persepsi positif terhadap Indonesia,” demikian disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia.

Baca Juga: Dana Pemulihan Ekonomi Nasional Tembus Rp641,1 Triliun, Ini Rinciannya

Nota Kesepahaman akan dijabarkan dalam bentuk program kerja yang disusun secara bersama oleh BI dan Kemlu RI. Pertama, pengelolaan persepsi positif perekonomian RI terutama untuk mendorong investasi dan perdagangan Indonesia, serta pemahaman mengenai kebijakan Indonesia.

Kedua, perumusan posisi Indonesia dan peningkatan peran Indonesia di tingkat bilateral, regional, plurilateral dan multilateral. Ketiga, pelaksanaan hubungan internasional untuk mendukung kepentingan nasional. Keempat, pertukaran data dan/atau informasi untuk mendukung perumusan kebijakan perekonomian Indonesia dan kelima, pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

(fbn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini