nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Terakhir Perdagangan Jelang Lebaran, IHSG Diprediksi Kena Profit Taking

Wilda Fajriah, Jurnalis · Rabu 20 Mei 2020 08:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 05 20 278 2216826 hari-terakhir-perdagangan-jelang-lebaran-ihsg-diprediksi-kena-profit-taking-0BBigOdu4H.jpg Ilustrasi: Pergerakan IHSG (Foto Shutterstock)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari terakhir jelang libur Lebaran diperkirakan melemah dan kena aksi ambil untung (profit taking).

"IHSG dalam range 4.509 - 4.589," Head of Research PT MNC Sekuritas Edwin Sebayang dalam risetnya, Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Baca Juga: Pergerakan IHSG Dibayangi soal Kabar Vaksin Covid-19

Menurut Edwin, setelah indeks Dow Jones selama 3 hari menguat sekitar +1,349 poin (+5.72%), akhirnya dihari keempat turun sebesar -390 poin (-1.59%) seiring mulai diragukannya validitas vaksin yang dilakukan perusahaan bioteknologi Moderna inc (sehingga saham emiten tersebut turun -10% semalam).

Selain itu mengecewakannya data ekonomi serta kinerja keuangan emiten di mana jika dikombinasikan dengan turunnya EIDO sebesar -1.11% serta jatuhnya harga minyak mentah sebesar -1.16% berpotensi menjadi sentimen negatif untuk perdagangan IHSG pada Rabu ini sebelum market libur untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri.

"Di tengah terus meningkatnya jumlah korban yang terjangkiti dan tewas, bahkan makin meningkat alias tidak ada tanda-tanda mengalami penurunan karena semakin meningkatnya ketidakpedulian masyarakat Indonesia akan Covid-19," katanya.

Baca Juga: Vaksin Corona Made in Moderna Diragukan, Wall Street Anjlok

Akibat virus corona di Indonesia semakin bertambah banyak di mana virus corona sudah menjangkiti 18,496 orang (menuju 20,000 orang terjangkit) dengan jumlah korban tewas 1,221 orang, menuju 1,400 orang tewas, (Fatality Rate sebesar 6.60%). (Worldometers Info).

Di lain pihak, menguatnya harga komoditas seperti: Gold +0.81%, Coal +0.46%, CPO +1.46%, Nikel +1.71% & Timah +0.72% berpotensi mendorong penguatan saham berbasis komoditas tersebut dalam perdagangan Rabu ini.

Mengetahui IHSG berpotensi diwarnai aksi profit taking, di tengah investor asing yang terus membukukan Net Sell di mana YTD (as of May 19, 2020) mencapai sebesar Rp -27,69 triliun serta secara valuasi masih cukup banyak saham sangat menarik untuk dibeli.

"Kami merekomendasikan sangat selektif jika investor ingin melakukan BOW atau swing trade maka dapat fokus atas saham dari sektor bank, infrastruktur, konsumer, CPO, pakan ayam, konstruksi, alat berat dan properti dalam perdagangan Rabu ini," tukasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini