5 Fakta New Normal BUMN, Seluruh Bisnis Berubah

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 23 Mei 2020 06:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 21 320 2217405 5-fakta-new-normal-bumn-seluruh-bisnis-berubah-CW7KnEtgwG.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberi tugas khusus kepada para Direktur Utama BUMN untuk membuat task force menyikapi new normal di tengah pandemi virus corona. Maksudnya, setiap BUMN menyiapkan skema kerja baru dengan mengutamakan protokol kesehatan.

Setelah task force dibentuk, Erick meminta para Dirut untuk memonitoring dan mengevaluasi jika kembali perubahan-perubahan di tengah pandemi virus corona.

Okezone pun merangkum fakta-fakta terkait kesiapan BUMN menyikapi new normal Covid-19, Sabtu (23/5/2020):

1. Skenario New Normal BUMN

Erick meminta para Dirut untuk membuat task force penanganan Covid-19. Hal ini dilakukan dalam rangka mengantisipasi secara lebih dini skenario the new normal pada BUMN.

"Kami minta saudara (Dirut BUMN) untuk setiap BUMN wajib membentuk Task Force Penanganan Covid-19 dengan fokus perhatian saat ini khususnya pada melakukan antisipasi skenario the new normal," tulis Erick dalam Surat Edaran Nomor S-336/MBU/05/2020.

2. Apa Fungsi Task Force

Setiap task force penanganan Covid-19 BUMN segera menyusun timeline pelaksanaan skenario the new normal. Bisa berpedoman pada kebijakan Kementerian BUMN, komando Kementerian/Lembaga terkait (khususnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Kementerian Kesehatan) serta keunikan masing-masing klaster/sektor dan/atau daerah.

Dirinya juga meminta para Dirut BUMN untuk monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan skenario the new normal di masing-masing BUMN.

"Ini tanggung jawab Direktur Utama dan agar dilaporkan secara berkala kepada Wakil Menteri BUMN terkait," ujarnya.

3. Fase New Normal BUMN

Dalam Surat edaran bernomor surat edaran Nomor S-336/MBU/05/2020 tentang Antisipasi Skenario The New Normal Badan Usaha Milik Negara, dijelaskan lima tahap skenario menghadapi fase the new normal tersebut.

Di mana tahap I sebagai fase persiapan yang akan dimulai pada 25 Mei 2020, tahap II pada 1 Juni 2020, tahap III pada 8 Juni 2020, tahap IV pada 29 Juni 2020, dan tahap V pada 13 dan 20 Juli 2020 sebagai tahap evaluasi.

Deputi SDM, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN Alex Denni mengatakan, surat edaran tersebut merupakan imbauan kepada perusahaan BUMN untuk menyiapkan protokol untuk menghadapi kondisi new normal. Kondisi new normal merupakan situasi di mana masyarakat atau perusahaan sudah bisa beroperasi seperti biasa namun dengan pola kerja yang berbeda.

Misalnya saja dalam pola rapat perusahaan. Biasanya, untuk rapat-rapat perusahaan dilakukan di luar seperti restoran, kafe hingga hotel, namun dengan adanya kondisi new normal ini menjadi berubah.

4. Tujuan Task Force

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, pemerintah meminta BUMN siapkan task force. Tugasnya, merancang, mengawasi dan mengeksekusi bila terjadi perubahan-perubahan di tengah pandemi virus corona.

"Karena ini sesuatu yang baru maka harus membuat regulasi di perusahaan. Kemudian awasi protokol, evaluasi bila ada yang terjadi. Nah ini tugas task force," tuturnya.

5 Tren Perubahan Bisnis

Erick Thohir angkat bicara soal the new normal di tengah pandemi virus corona.

The new normal akan mengubah tren sosial, lingkungan hingga bisnis di kalangan masyarakat sebelum adanya pandemi virus corona.

"Pada masa pemulihan yang banyak disebut sebagai the new normal itu ada tren perubahan sosial, lingkungan, dan bisnis," kata Erick

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini