nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Diulangi, 5 Kebiasaan #DiRumahAja yang Bikin Kantong Merana

Yaomi Suhayatmi, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 16:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 05 22 11 2218035 jangan-diulangi-5-kebiasaan-dirumahaja-yang-bikin-kantong-merana-sAjrAnLRcC.jpg Ilustrasi (Foto: Kredivo)

JAKARTA - Sudah berapa lama Anda mengkarantina diri dengan cara di rumah saja? 2 bulan? 1 bulan? Sudah belanja barang apa saja selama di rumah saja?

Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, memaksakan kita harus bekerja dari rumah sebagai salah satu bentuk dukungan agar bisa mencegah penularan. Namun, sayangnya kondisi tersebut tidak dibarengi dengan perencanaan keuangan yang matang sehingga WFH jadi bikin kantong jebol seperti. Hal ini seperti dialami oleh salah satu pengguna twitter Onky Alexander dalam cuitannya baru-baru ini.

Walaupun di era digital sekarang banyak aplikasi pinjaman cepat secara online yang bisa Anda andalkan dalam keadaan darurat, tetapi Anda tetap harus bisa mengetahui akar masalah mengapa saat dirumah saja malah menjadi boros. Berikut ini adalah beberapa kebiasaan yang harus ditinjau ulang demi menyelamatkan keuangan di tengah pandemi.

1. Tidak Mempunyai Catatan Pengeluaran

Mencatat pengeluaran merupakan hal yang penting dalam pengaturan anggaran bulanan. Bila tidak melakukan hal ini, pengeluaran sedikit, tanpa disadari bisa menjadi bukit. Oleh karena itu, pencatatan pengeluaran seperti ini akan membantu Anda melihat kondisi keuangan. Apakah keuangan Anda sudah sesuai dengan anggaran yang ditetapkan atau justru melebihinya.

Bila Anda tidak terbiasa dalam mencatat pengeluaran bulanan, lebih baik mulai dari hal yang kecil yaitu melakukan pos pengeluaran, di mana pendapatan bulanan Anda dibagi menjadi beberapa pos, contoh mudahnya membagi pendapatan menjadi 50-30-20. 50% untuk kebutuhan sehari-hari, 30% untuk tagihan serta cicilan dan 20% untuk dana darurat.

2. Terlalu Sering Memesan Makanan Secara Online

Jika suami istri sama-sama bekerja dari rumah tanpa ditemani oleh asisten rumah tangga, atau seorang perantau yang hidup sendiri di kost atau kontrakan, solusi praktis untuk memenuhi kebutuhan sandang adalah dengan memesan makanan secara online. Cara ini sebenarnya sah sah saja asalkan bisa dikontrol dengan benar.

Lebih sering melakukan pemesanan makanan online akan berdampak pada pengeluaran bulanan. Ditambah lagi ketika pandemi Covid-19 ini banyak sekali orang yang menjual makanan secara online untuk mendapatkan pendapatan lebih. Namun bila dilakukan secara sering dan harga yang harus dibayarkan menjadi lebih tinggi karena ada biaya ongkos kirim, pajak restoran serta fee dari perusahaan aplikasi, tidak heran bila uang Anda habis entah kemana.

Oleh karena itu cara ini sebenarnya bisa diatur dengan bijak. Artinya bukan tidak boleh sama sekali membantu para UKM dan membantu menambah pendapatan para driver online yang kini hanya mengandalkan pendapatan dari pemesanan dan pengantaran barang.

Via Twitter @whoa_luthfi

3. Lupa dengan Resolusi Keuangan

Jangan menjadikan pandemi sebagai salah satu alasan melupakan resolusi keuangan. Jika ada resolusi keuangan Anda yang harus ditunda, jangan ragu untuk mengatur ulang kembali resolusi keuangan yang paling memungkinkan di tahun 2020 ini. Contohnya dengan mengatur ulang jadwal liburan, bisnis, dan lain sebagainya.

Justru, ketika Anda di rumah saja adalah momen yang sangat baik untuk lebih berhemat, karena tidak ada bujet untuk nongkrong-nongkrong di luar, bukber selama Ramadan hingga tidak perlu memerlukan bujet transportasi karena Anda tidak perlu kemana-mana.

4. Melupakan Dana Darurat

Sampai sekarang, belum ada yang tahu kapan berakhirnya pandemi Covid-19 ini. Jadi, tidak ada jaminan bahwa bisnis di kantor Anda atau bisnis yang Anda jalankan bisa berjalan mulus hingga pandemi berakhir. Bila Anda masih mempunyai pendapatan yang utuh, lebih baik sisihkan 20% hingga 30% pendapatan Anda untuk dana darurat. Umumnya Anda harus mengumpulkan dana darurat hingga 3 bulan, jika Anda belum menikah, atau 6 bulan, jika Anda sudah menikah.

Sementara bila Anda membutuhkan dana secara cepat saat ini, seperti untuk membeli kebutuhan pokok, kebutuhan rumah sakit atau dana tambahan untuk membeli obat dan perlengkapan pencegah virus lainnya seperti masker, sabun, desinfektan, ada Kredivo yang bisa dijadikan solusi pinjaman cepat yang tepercaya dan sudah terdaftar serta sudah diawasi oleh OJK sejak tahun 2018.

Kredivo menawarkan pinjaman dana mulai dari Rp500 ribu sampai dengan Rp30 juta. Suku bunganya kompetitif dengan lembaga keuangan lainnya hanya 2,95% per bulan dengan opsi tenor mulai 30 hari, 3 bulan, dan maksimal 6 bulan.

5. Mendahulukan Keinginan dibanding Kebutuhan

Kebiasaan terakhir yang tidak boleh Anda ulangi adalah mendahulukan keinginan dibandingkan dengan kebutuhan. Dalam pengaturan keuangan, ketika tidak dalam wabah saja masih banyak orang yang tidak.

Maka dari itu, pilah dengan baik dan benar pos pengeluaran Anda dan kurangi belanja online yang tidak penting. Utamakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari, kebutuhan kesehatan serta fasilitas yang menunjang kelancaran bekerja dari rumah.

Sekali lagi kami ingatkan, belum ada yang tahu kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir. Yang harus Anda tahu, Anda harus tetap stabil menjaga kesehatan keuangan serta kesehatan jasmani dan rohani. Jadi, jangan mau kalah dengan wabah ini, kita semua sama-sama sedang berjuang. Tetap semangat dan jaga kesehatan, ya!

(CM)

(yao)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini