nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penjualan Anjlok karena Covid-19, Victoria's Secret Tutup 250 Toko Permanen

Wilda Fajriah, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 10:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 05 22 320 2217829 penjualan-anjlok-karena-covid-19-victoria-s-secret-tutup-250-toko-permanen-xkQ8vsN0eQ.jpg Toko Victoria's Secret (Foto: Victoria's Secret)

JAKARTA - Perusahaan induk L Brands akan menutup secara permanen 250 toko Victoria's Secret dan PINK di Amerika Serikat (AS) dan Kanada karena pandemi Covid-19. Rupanya physical distancing membuat orang tak berbelanja dan berpengaruh besar pada penjualan pakaian dalam Victoria's Secret.

Bahkan sebelum ada pandemi Covid-19, Victoria's Secret menghadapi berbagai macam tantangan. Oleh karena itu terjadinya pandemi Covid-19 makin menghantam bisnisnya dan memaksa Victoria's Secret menutup ratusan tokonya.

Penjualan Victoria’s Secret anjlok parah yakni 46% menjadi USD821.5 juta atau sekira Rp12,1 triliun (kurs Rp14.770 per USD).

 Victoria's Secret

Sebuah laporan New York Times pada bulan Februari menggambarkan hal yang tak menarik dari para eksekutif yang mempromosikan misogini di dalam perusahaan. Saham L Brandss telah jatuh lebih dari 75% dari puncaknya pada tahun 2015.

 Baca juga: Pengumuman, Victoria's Secret Dijual!

Seperti dilansir dari Forbes, Jumat (22/5/2020), pada Februari, L Brands mengumumkan kesepakatan untuk menjual saham mayoritas di Victoria's Secret kepada Sycamore Partners, sebuah perusahaan ekuitas swasta New York.

Namun sayangnya kedua belah pihak membatalkannya setelah Sycamore berusaha untuk mundur dari kesepakatan di pengadilan pada Mei.

 Baca juga: L Brands Jual Victoria's Secret Seharga Rp7,2 Triliun, Leslie Wexner Turun dari Posisi CEO

Pandemi Covid-19 memaksa penutupan berbagai toko di berbagai belahan dunia. Perusahaan ritel besar lainnya berada di ambang bencana keuangan.

J.C. Penny mengumumkan kebangkrutan minggu lalu dan Pier 1 Imports mengumumkan pada hari Selasa bahwa mereka akan menutup semua tokonya. Perusahaan lainnya mengaku tak mampu membayar biaya sewa mereka termasuk Gap, Foot Locker, H&M, Nordstrom JWN dan LOFT.

Pengeluaran konsumen yang menggerakkan sekitar 70% ekonomi AS turun 7,5% pada bulan Maret. Penurunan pengeluaran konsumen ini termasuk yang paling tajam dalam sejarah AS.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini